Thursday, 16 November 2017

author photo
PORTALTEBO.com – Adanya kecurigaan masyarakat Kabupaten Tebo terkait adanya sekelompok pengajian yang diduga aliran sesat di Kecamatan VII Koto mendapat tanggapan langsung dari Sukandar Bupati Tebo.

Saat dikonfirmasi Kamis (16/11/2017) di aula Pendopo Rumah Dinas Bupati Tebo, Sukandar mengaku jika dirinya sudah mengkordinasikan data dan fakta terkait ajaran tersebut kepada Kementerian Agama dan MUI.”Data dan fakta terkait ajaran tersebut sudah kita kordinasikan sama kementerian agama dan MUI,”kata Sukandar, Kamis (16/11/2017).

Sementara ini, lanjut Sukandar,  MUI dan Polres Tebo sudah turun kesana untuk melihat langsung kondisi di lapangan, “Sudah kita pantau dan monitor terkait ajaran yang didugaaliran sesat itu,”kata dia.

"Yang jelas dalam waktu dekat ini kita akan Fatwa dari Kementrian Agama untuk menyatakan aliran ini. Jika memang benar ini aliran sesat atau terindikasi mendekat keteroris, maka kita akan nyatakan ini terlarang di Kabupaten Tebo, dan akan kita ambil tindakan tegas," tegas Sukandar.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Kabupaten Tebo mencurigai adanya sekelompok pengajian yang diduga aliran sesat di Kecamatan VII Koto. Pasalnya, ajaran kelompok pengajian tersebut diduga menyimpang dari agama Islam.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tebo, Kh. Ah Rifa'i saat dikonfirmasi mengatakan jika dirinya belum mengetahui pasti tentang ajaran yang diduga aliran sesat tersebut. Bahkan dirinya juga belum ketemu langsung sama anggota maupun imam yang mengajarkan prihal tersebut.

"Saya belum ketemu langsung dengan pengikut maupun imam yang membawa ajaran tersebut,"ujar Kh. Ah Rifa'i, Kamis (16/11/2017).

Kh. Ah Rifa'i  mengaku jika dirinya pernah ke Kecamatan VII Koto dengan tujuan untuk menemui langsung imam atau anggota pengajian, namun belum dapat berumpa.

“Waktu itu saya hanya berjumpa dengan pengikutnya. Saya tanya apakah dia pernah mengikuti ajaran tersebut, jabanna ajaran yang disampaikan tetap ajaran berdasarkan Al-Quran. Tapi saya belum jauh untuk menelusuri dari pengikut yang lain,”kata dia.

Meski demikian, Kh. Ah Rifa'I dalam waktu dekat ini bakal berdordinasi dan mengkaji dengan pihak Kapolres, Kemenag, Kajari Tebo dan juga pihak-pihak yang terkait.


"Kita akan memastikan dulu tentang ajaran tersebut. Apakah benar-benar ada atau tidak. Dan kita secepatnya akan turun kepalangan untuk mengetahui secara langsung," pungkasnya. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement