Wednesday, 22 November 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Warga Desa Betung Berdarah Timur Kecamatan Tebo Ilir, Rabu (22/11/2017), blokir akses jalan yang dilalui kendaraan PT SKU.

Aksi ini buntut dari kekesalan warga karena pihak perusahaan tidak memperbaiki jalan rusak di desa mereka.

Warga menuding jika kerusakan jalan desa mereka tersebut akibat angkutan CPO PT SKU yang kerap melintas.

"Karna itu, warga disini sepakat melarang seluruh kendaraan melintas, khususnya mobil CPO milik PT SKU karena muatannya sangat berat," ujar Syaf pada PORTALTEBO.com.

Hingga berita ini di update, warga masih melakukan pemblokiran jalan, "Akan kita tutup sampai perusahaan memperbaiki kerusakan jalan kami ini, "kata warga yang lain.


Diketahui, meski sudah sering dikeluhkan warga, namu rusaknya jalan di desa Betung Berdarah Timur Kecamatan Tebo Ilir, tak kunjung diperbaiki. Padahal, jalan tersebut belum 1 tahun diperbaiki. Hal ini diungkapkan oleh Edi warga sekitar.

Dia menduga, penyebab cepatnya kerusakan jalan diduga akibat seringnya mobil fuso angkutan minyak mentah sawit Crude Palm Oli (CPO) milik PT SKU yang over kapasitas melintas. "Hampir setiap hari mobil CPO PT SKU melintas. Jadi jalanya cepat rusak, "kata Edi beberapa waktu lalu.

"Kami minta mereka (perusahaan) itu segera melakukan perbaikan aspal yang terkelupas dan keriting serta berlobang, akibat seitap hari dilintasi fuso bermuatan CPO. Ini adalah jalan masyarakat umum, sedangkan perusahaan harus memiliki izin khusus atau membuat jalan sendiri,” kata Edi lagi.

Edi pun sangat menyayangkan sikap PT SKU yang beroperasi tanpa memperhatikan kondisi jalan masyarakat. “Seharusnya mereka (perusahaan) tidak semena-mena mengunakan jalan itu,"ucapnya.

Beberapa bulan yang lalu, lanjutnya, pihak perusahaan berjanji akan memperbaiki jalan rusak dengan cara dicor semen. Kenyataannya, sampai sekarang tidak satu pun titik jalan rusak yang diperbaiki.

Untuk itu, dia minta kepada Pemkab Tebo agar segera memanggil dan menertibkan angkutan CPO milik PT SKU yang menggunakan jalan tersebut. “Kami sebagai masyarakat sangat menyayangkan sikap perusahaan itu. Kami minta Pemkab Tebo melalui Dinas Perhubungan bergerak, lakukan tindakan nyata,” tegas dia mengakhiri. (p01) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement