Sidang Kedua Praperadilan Sarjono, Hakim Mendengarkan Pendapat Dari Kedua Belah Pihak

- 16:22:00
advertise here
PORTALTEBO.com - Sidang Praperadilan Ir. Sarjono Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hultikultura Kabupaten Tebo terhadap Kepolisian Resort Tebo atas penetapan status tersangka terkait kasus proyek Embung di desa Sungai Abang tahun 2015 senilai Rp 1,8 Milyar memasuki hari kedua digelar Selasa pagi ini (21/11/2017) sekitar pukul 09.30 WIB di Pengadilan Negeri Tebo.

Sidang Praperadilan ini adalah untuk yang pertama kalinya Kepala Dinas di Kabupaten Tebo yang tersandung kasus dan ditetapkan tersangka oleh Polisi, melawan atas penetapan tersebut. Sebelumnya, Sidang perdananya ini dimulai Senin kemarin (20/11/2017).

Terlihat, Sidang Praperadilan yang dihadiri oleh kedua belah pihak yang hanya diwakili oleh kuasa hukumnya, mendapat penjagaan ketat dari pihak Kepolisian. Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Maruli Hutagalung yang turut menghadiri sidang tersebut saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ini adalah sidang yang kedua kalinya.

"Sidang kedua kali ini untuk mendengarkan pendapat dari kedua belah pihak dan akan dilanjutkan lagi Rabu besok (22/11), dan hari Jumat (24/11/2017) baru sidang putusan," jelas Maruli yang hadir bersama kuasa hukum penuh pengawalan ini.

Sementara itu, saat ditanya terkait status Ir. Sarjono yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus proyek Embung yang telah jelas merugikan negara sesuai dengan temuan BPK namun sampai saat ini belum juga dilakukan penahanan, Maruli tidak banyak berkomentar. Ia berkilah bahwa untuk menjawab pertanyaan itu adalah pimpinan.

"Kalau untuk penahanan itu menunggu sampai tahap P21, jadi besok lanjutan sidang Praperadilan, silahkan datang," kata Kasat lagi menyampaikan alasan kenapa Polisi belum juga menahan Ir.Sarjono sejak ditetapkan sebagai tersangka sampai pada akhirnya Ir.sarjono menggugat ke Praperadilan.

Diketahui, Sidang perdana praperadilan Sarjono Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tebo, Senin (20/11/2017) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tebo.

Sidang dipimpin hakim tunggal yakni Kepala PN Tebo yang beragendakan pembacaan materi pihak pemohon.

Tim kuasa hukum Sarjono, Ikhsan Hasibuan dikonfirmasi usai persidangan mengatakan, jika penetapan tersangka terhadap kliennya (Sarjono) itu cacat hukum. "Jadi kami mohon surat perintah penyidikan (Sprindik) dan penetapan Tsk pada klien kami dibatalkan,"kata dia.

Menurut dia, sprindik dan penetapan Tsk tersebut cacat yuridis dan tidak Sesui KHUP dan aturan. "Disitu hanya disebutkan berdasarkan keterangan saksi-saksi secara tertulis tanpa ada barang bukti (BB). Sementara sesuai aturan harus ada saksi dan BB, "jelas dia.

Tidak itu saja, Ikhsan juha menyimpulkan jika tidak ada kerugian negara pada kasus Embung tersebut. "Bagai mana ini kasus korupsi sementara kerugian negaranya belum dihitung. Sementara sudah ditetapkan sebagai Tsk, "kata dia.

"Yang kita tentang sprindik dan penetapan Tsk. Penetapan Tsk kan butuh alat buti yang cukup,"ujarnya sambil mengatakan jika persoalan ini prosedur belum masuk kedalam materi.

Diberitakan sebelumnya, Sarjono Kepala Dinas Pertanian Tebo, Selasa (14/11/2017) dijadwalkan akan dilakukan pemeriksaan pertama sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada Pembangan Embung Sungai Abang di Kecamatan VII Koto Ilir Kebupaten Tebo sebilai Rp 1,6 Miliar.

Penyidik Unit Tipikor Polres Tebo akui bahwa Sarjano akan diperiksa pada hari ini. Namun pantuan di Polres Tebo,  Kadis Pertanian Tebo tersebut tidak hadir untuk memenuhi panggilan penyidik hingga pukul 12.00 Wib.

Terkait ketidak hadiran tersebut, Kadis Pertanian Tebo, Sarjono saat dikonfirmasi melalui telepon mengaku, dirinya masih berada di Jambi dan merasa penetapan dirinya sebagai tersangka sangat cepat.Pasalnya, dirinya baru satu kali pemeriksaan.

Untuk itu, dirinya akan mengambil langkah untuk ke Praperadilan. "Saya masih di Jambi, masa baru satu kali di panggil sudah ditetapkan sebagai tersangka,  jadi kita akan memgambil langkah Praperadilan" ujar Sarjono.

Diketahuai, sebelumnya Senin (16/5) dan Selasa (17/5) pihak Polres Tebo telah memanggil Kadis Pertanian Tebo, Ir Sarjono dan Pihak Rekanan yakni kuasa direktur CV Persada Antar Nusa, Faisal Utama untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya juga Pihak Reskrim Polres Tebo juga telah memanggil Sekretaris Dinas Pertanian selaku Pejabat Penata Usaha Keuangan (PPUK), Zaidi, dan PPTK Pengadaan Kontruksi Embung Sungai Abang, Kembar Ninggolan.

Kasus dugaan korupsi pada Pengadaan Kontruksi Embung Sungai Abang senilai 1,6 miliar oleh Dinas Pertanian Tebo ini berawal dari laporan masyarakat tentang proyek yang dikerjakan asal jadi. Bahkan dari pantauan dilapangan proyek yang dikerjakan dari dana DAK senilai 1,6 miliar tersebut  diluar ekspektasi dan terlihat asal jadi dan disesalkan banyak pihak. (red)