Sekjen Golkar : Oknum Yang Diisukan Ketangkap Mesum Di Bungo Bukan Kader Kita

- 17:30:00
advertise here
PORTALTEBO.com - Masyarakat Tebo dalam beberapa ini dihebohkan dengan isu tentang adanya oknum anggota DPRD Tebo tertangkap sedang berduaan dengan seorang perempuan yang bukan istrinya di kamar kos wilayah Kabupaten Bungo.

Oknum anggota dewan ini diduga akan melakukan tindak asusila di kamar kos tersebut. Bahkan isu yang beredar mengatakan jika oknum anggota dewan tersebut sempat digrebek warga dan dikenakan sanksi adat.

Isu tersebut juga terus berkembang di medsos bahkan salah satu akun Facebook dengan terang-terangan menyebutkan dan menuduh bahwa oknum Anggota DPRD Tebo yang diisukan tertangkap tersebut merupkan kader dari partai atau pejabat kuning.

Terkait hal tersebut, DPD II Partai Golkar kabupaten Tebo merasa sangat dirugikan dengan isu yang menuduh kadernya berbuat asusila tersebut.

Dalam konferensi pers Kamis (23/11/2017) di kantor DPD Golkar Tebo, menurut Sekjen DPD II Partai Golkar Kabupaten Tebo, Subhan Nazari didampingi pihak Anggota Fraksi Golkar BH beserta dengan pihak Keluarganya yang merasa dirugikan dengan isu tersebut mengatakan bahwa, pihaknya telah membentuk tim untuk mencari fakta terkait kebenaran isu tersebut. Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, ternyata tidak ada nama anggota DPRD Tebo dari fraksi golkar yang seperti diisukan.

"Atas perintah Ketua DPD II Partai Golkar tebo, Kita telah membentuk tim investigasi bakan saya sebagai Sekretaris DPD II Golkar Tebo telah mengkroscek langsung ke tempat atau lokasi kejadian serta telah bertemu langsung dengan warga setempat, dan syukur bahwa tidak ada nama anggota fraksi partai Golkar di dalam kejadian yang diisukan tersebut, jadi isu adanya anggota DPR yang dari fraksi partai golkar tersebut adalah tidak benar” ujar Suhu sapaan Subhan Nazari.

"Anggota Fraksi Golkar di DPRD Tebo berjumlah 11 orang, tiga diantaranya perempuan sisanya delapan orang laki-laki, semuanya siap untuk membuat surat pernyataan tertulis dan sumpah sesuain dengan agama masing-masing bahwa mereka tidak berada di lokasi kejadian pada jam, hari dan lokasi yang di isukan tersebut, dan kita juga sudah memiliki bukti bahwa memang benar kedelapan anggota fraksi Golkar tidak berada di lokasi kejadian, jadi tidaklah benar isu tersebut” tambah Suhu.

Selain itu, Suhu juga mengungkapkan bawha dengan isu tersebut, DPD II Partai Golkar sangat dirugikan dan yang paling dirugikan sekali ialah pihak yang disukan yaitu BH. Untuk itu, dirinya meminta semua pihak yang telah menuduh dan memfitnah anggota fraksi Golkar maupun DPD II Golkar Tebo untuk mengembalikan nama baik dan marwah BH dan Partai Gokar Tebo.

"Kita meminta untuk nama baik dan marwah baik itu DPD II partai Golkar Tebo ataupun saudara BH bisa dipulihkan kembali, perlu diketahui bahwa saudara BH pada saat kejadian tidak keluar dari Tebo dan dirinya berada di Desa Teluk Lancang Pucuk Jambi, kwecamatan VII Koto dalam acara pembukaan MTQ tingkat Kecamatan hingga pukul 3 malam” jelas Suhu.

Terkait hal ini, Suhu juga menilai bawha isu tersebut senagja diciptakan untuk menjatuhkan Partai Golkar dalam rangka pileg 2019 ini. Sedangkan terkait oknum pembuat status dimedsos, pihak DPD II dan pihak BH akan mengkajin lebih lanjut dan belum menentukan apkah oknum tersebut akan dilaporkan ke pihak hukum atau tidak.

"anampaknya ini sengaja diciptakan untuk menjatuh partai Golkar dan BH, kalau untuk oknum akun FB yang berinisial AF yang membuat status tersebut, kita akan mengkaji lebih dahulu untuk dilanjutkan ke jalur hukum” tuntas Suhu.

Sebelumnya Wartono Triyan Kusumo Wakil DPRD Tebo dikonfirmasi mengaku jika dirinya sudah mengetahui isu tersebut. "Informasinya sudah tahu, tapi siapa oknumnya saya belum tahu, "ujar Tono sapaan politikus PDIP ini, saat dikonfirmasi Rabu (22/11) kemarin.

Karena isu ini sudah menyangkut dan mencoreng nama institusi, lanjut Tono, dirinya akan perintahkan Badan Kehormatan (BK) DPRD Tebo ke Bungo untuk mengklarifikasi terkait isu tersebut.

"Kita juga akan memanggil pihak media atau wartawan untuk mengklarifikasi isu ini, "tutupnya. (red)