Hasil Autopsi Mayat Yang Ditemukan di PT TPIL, Kedua Korban Banyak Alami Luka Dibagian Kepala

- 17:20:00
advertise here
PORTALTEBO.com – Sat Reskrim Polres Tebo telah melakukan autopsi dua jenazah atau mayat yang ditemukan di lokasi perkebunan sawit PT TPIL.

Dari hasil autopsi yang dilakukan di kamar mayat RSUD Tebo beberapa hari yang lalu, kedua korban banyak mengalami luka pada bagian kepala. Hal ini dikatakan Kapolres Tebo, AKBP Budi Rachmat.

“Dari hasil autopsy kedua korban adalah orang dewasa yakni Dona dan Ita. Selain banyak mengalami luka dibagian kepala, korban atas nama Ita juga mengalami luka akibat benda tajam pada bagian dada,” ujar Kapolres Tebo, Selaa (14/11/2017).

Lebih jauh dijelaskan kapolres, menurut dokter forensik dari puslabfor Palembang, korban Ita mengalami luka kena benda tajam dibagian dada kiri kearah bawah kanan. Luka ini membuat sebagian tulang dadanya putus. “Rata-rata kedua korban mengalami luka dibagian kepala sampai perut. Sedangkan pada bagian kaki masih utuh," jelas Kapolres lagi. 


Diberitakan sebelumnya, Sat Reskrim Polres Tebo pada hari ini Jumat (10/11/17), melakukan autopsi dua jenazah atau mayat yang ditemukan si lokasi perkebunan sawit PT TPIL.

Autopsi yang dilakukan di kamat mayat RSUD Tebo ini, untuk mencari petunjuk dan pengumpulan barang bukti serta gelar perkara lanjutan dari kasus penemuan mayat tersebut.

Kegiatan Otopsi terhadap kedua jenazah mayat tersebut dilakukan oleh Tim Autopsi Biddokes Polda Jambi yang di pimpin oleh dr. Jhon Milton Kasubbid Dokpol Polda Jambi, dan dibantu oleh Dokter Sepsialis Forensik dari Biddokes Polda Sumatra Selatan yang dipimpin oleh Kompol Armansyah, SH Kaur Doksik Subbid Dokpol Biddokes Polda Sumsel.

Selain itu Kasat Reskrim Polres Tebo Akp Maruli Hutagalung, SH bersama anggotanya juga ikut hadir dan mendamping kedua tim.

Saat dikonfrimasi Kapolres Tebo AKBP Budi Rachmat, S.I.K, M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Tebo Akp Maruli Hutagalung, SH membenarkan adanya kegiatan tersebut. Pihaknya menerangkan bahwa kegiatan ini untuk memperjelas status kedua jenazah.

“Walau kedua identitas sudah diketahui, adanya kegiatan ini untuk memperjelas kedua korban. Mana yang Dona Sitorus dan mana yang Ita,”ungkapnya.

Jelas Kasat, kegiatan Autopsi ini juga merupakan bagian dari penyelidikan. Dimana, kata dia, kegiatan ini untuk mengetahui kondisi korban, khususnya untuk mengetahui apa yang terjadi pada korban.

Sampai saat ini pun, kata dia lagi, pihaknya  terus berupaya semaksimal untuk mengungkap kasus ini. "Dengan adanya Autopsi ini kami harap dapat memperkuat bukti – bukti dalam penyelidikan kami," pungkasnya. (p01)