Wednesday, 22 November 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Masyarakat Tebo dihebohkan dengan isu salah seorang oknum anggota DPRD Tebo tertangkap sedang berduaan dengan seorang perempuan yang bukan istrinya di kamar kos wilayah Kabupaten Bungo.

Oknum anggota dewan ini diduga akan melakukan tindak asusila di kamar kos tersebut. Bahkan isu yang beredar mengatakan jika oknum anggota dewan tersebut sempat digrebek warga dan dikenakan sanksi adat.

Terkait hal ini, Wartono Triyan Kusumo Wakil DPRD Tebo dikonfirmasi mengaku jika dirinya sudah mengetahui isu tersebut. "Informasinya sudah tahu, tapi siapa oknumnya saya belum tahu, "ujar Tono sapaan politikus PDIP ini, Rabu (22/11/2017).

Karena isu ini sudah menyangkut dan mencoreng nama institusi, lanjut Tono, dirinya akan perintahkan Badan Kehormatan (BK) DPRD Tebo ke Bungo untuk mengklarifikasi terkait isu tersebut.

"Kita juga akan memanggil pihak media atau wartawan untuk mengklarifikasi isu ini, "tutupnya.

Dikutip dari kajanglako.com, salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Tebo Tertangkap sedang berduaan dengan seorang perempuan yang bukan istrinya di kamar kos yang berada di Kelurahan Batang Bungo, Kabupaten Bungo. Oknum anggota dewan ini diduga akan melakukan tidak asusila di kamar kos tersebut.

Berdasarkan Informasi yang diperoleh dari ketua RT 11 Kelurahan Batang Bungo, terkait ditangkapnya oknum anggota dewan tersebut, sudah digelar rapat adat secara tertutup. Rapat diadiri beberapa ninek mamak, pegawai syarak, beberapa ketua RT dan pemuda dari kelurahan Batang Bungo.

"Kami mengadakan rapat adat karena minggu malam kemarin, ada oknum anggota DPRD Kabupaten Tebo tertangkap diduga mesum didalam kamar kosan Pangeran," ungkap Ketua RT 11, dikonfirmasi secara ekslusif, Senin (20/11).

Ketua RT 11 mengatakan, pihaknya mengadakan rapat untuk memanggil pihak yang bersangkutan, bukan dari oknum DPRD tapi dari pemilik kosan. Rapat adat ini juga memberikan sanksi kepada pemilik kosan.

"Kami beri sanksi. Jika masih memberikan tamu kosan bukan suami istri, bakal ada sanksi lebih berat lagi bisa berupa diusir dan di tutup paksa kosan tersebut," ungkapnya lagi.

Sampai pemberitaan ini diterbitkan belum ada komentar dari Anggota DPRD yang bersangkutan. (red) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement