Berkas Gugatan Praperadilan Sarjono Sudah Masuk PN Tebo, Terkait Penetapan Tsk Embung Sungai Abang

- 12:45:00
advertise here
Andri Lesmana, SH, MH Hakim PN Tebo Kelas II 
PORTALTEBO.com - Berkas gugatan praperadilan Sarjono Kepada Dinas Pertanian Kabupaten Tebo sudah masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Tebo.

Andri Lesmana, SH, MH Hakim PN Tebo Kelas II mengatakan jika berkas gugatan praperadilan Sarjono masuk pada Jumat (10/11/2017).

"Jumat kemarin berkasnya masuk, dan Senin (13/11/2017) penetapan hakim, "ujar Andri dikonfirmasi diruang kantornya, Rabu (15/11/2017).

Dijelaskannya, untuk praperadilan ini hakimnya langsung Kepala PN Tebo,"Praperadilan ini harus hakim tunggal yang dipegang langsung oleh Ketua PN Tebo, "kata dia. 

Saat disinggung terkait gugatan apa yang dilayangkan Sarjono, Andri mengatakan, "Gugatan terkait keberatan dia ditetapkan sebagai Tsk karena dianggap tidak sesuai prosedur,"jelasnya.

Ditanya siapa kuasa hukum Sarjono, "Kuasa hukum Sarjono ada 3 orang dari Jambi. Kalo dari Polres belum tahu siapa, bisa saja dari Polda atau Kasat Reskrim Polres Tebo, "tutupnya.

Diketahui, Sarjono Kepala Dinas Pertanian Tebo, Selasa (14/11/2017) dijadwalkan akan dilakukan pemeriksaan pertama sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada Pembangan Embung Sungai Abang di Kecamatan VII Koto Ilir Kebupaten Tebo sebilai Rp 1,6 Miliar.

Penyidik Unit Tipikor Polres Tebo akui bahwa Sarjano akan diperiksa pada hari ini. Namun pantuan di Polres Tebo,  Kadis Pertanian Tebo tersebut tidak hadir untuk memenuhi panggilan penyidik hingga pukul 12.00 Wib.

Terkait ketidak hadiran tersebut, Kadis Pertanian Tebo, Sarjono saat dikonfirmasi melalui telepon mengaku, dirinya masih berada di Jambi dan merasa penetapan dirinya sebagai tersangka sangat cepat.Pasalnya, dirinya baru satu kali pemeriksaan.

Untuk itu, dirinya akan mengambil langkah untuk ke Praperadilan. "Saya masih di Jambi, masa baru satu kali di panggil sudah ditetapkan sebagai tersangka,  jadi kita akan memgambil langkah Praperadilan" ujar Sarjono.

Diketahuai, sebelumnya Senin (16/5) dan Selasa (17/5) pihak Polres Tebo telah memanggil Kadis Pertanian Tebo, Ir Sarjono dan Pihak Rekanan yakni kuasa direktur CV Persada Antar Nusa, Faisal Utama untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya juga Pihak Reskrim Polres Tebo juga telah memanggil Sekretaris Dinas Pertanian selaku Pejabat Penata Usaha Keuangan (PPUK), Zaidi, dan PPTK Pengadaan Kontruksi Embung Sungai Abang, Kembar Ninggolan.

Kasus dugaan korupsi pada Pengadaan Kontruksi Embung Sungai Abang senilai 1,6 miliar oleh Dinas Pertanian Tebo ini berawal dari laporan masyarakat tentang proyek yang dikerjakan asal jadi. Bahkan dari pantauan dilapangan proyek yang dikerjakan dari dana DAK senilai 1,6 miliar tersebut  diluar ekspektasi dan terlihat asal jadi dan disesalkan banyak pihak. (p01)