Tuesday, 10 October 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Petani yang bermitra dengan PT. Persada Alam Hijau (PAH) Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir, yang sahamnya dibeli oleh PT.Golden Plantation Anak usaha PT.Tiga Pilar Sejahtera (TPS) foot akhir 2014 silam, ancam akan melakukan panen massal buah sawit milik perusahaan tersebut.

Ancaman ini terkait tuntutan petani akan bagi hasil atas lahan yang telah dimitrakan dengan pihak perusahaan.

"Apabila bulan ini (Oktober 2017) kita belum juga menerima bagi hasil, kita sepakat akan melakukan panen raya, "kata Abdul Haviz, SP, Sekretaris KUD OGMI usai pertemuan diaula kantor Camat Tebo Ilir, antara Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Perwakilan Petani dan Pengurus Koperasi Unit Desa Olak Gedong Melako Intan (KUD OGMI) yang disaksikan langsung oleh Kadis Perkebunan, Kadis Koperasi, Kakan Kesbangpol, Camat dan Polsek Tebo Ilir, Senin (9/10/2017).

Dikatakannya, petani tidak mau mendengar apapun alasan dari PT.PAH karena salah satu penyebab molornya bagi hasil karena kelalaian mereka (PT.PAH, red) juga, "masa mereka yang lalai petani yang harus dirugikan,"ketusnya.

"Dari rangkaian agenda yang dilaksanakan, terlihat jelas ada indikasi kalau PT.PAH sengaja mengulur waktu untuk memberikan hasil kebunnya kepada petani," tambahnya.

Dijelaskannya, proses audit yang janji awalnya hanya dua bulan molor menjadi empat bulan, hasil audit itu pun diberikan kepada pengurus saat pemaparan bukan ketika hasil audit itu diketahui.

Lanjutnya, dari hasil audit dan penyampaian proyeksi bagi hasil yang disampaikan oleh pihak perusahaan kepada pihak koperasi baru- baru ini dapat disimpulkan banyak pembengkakan- pembengkakan biaya pengeluaran tersebutlah yang menjadi salah satu penyebab petani belum menerima hasil hingga kini.

"Kalau dikupas satu persatu kejanggalan tersebut tentunya akan memakan waktu, kan ujung- ujungnya petani juga yang dirugikan," ungkapnya.

"Jadi sekali lagi kami sampaikan bahwa bulan ini petani harus sudah menerima hasil bukan talangan lagi, jika tidak juga bulan depan kami akan panen massal dan kami tidak mau lagi menerima laporan ataupun penjelasan lagi dari PT.PAH," tegasnya.

"Dalam pertemuan dengan  PT.PAH yang difasilitasi oleh Disbunnakkan Tebo besok (Hari ini, red) keputusan ini akan kami tegaskan kembali," pungkasnya. (p11) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement