Tuesday, 17 October 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Pemkab Tebo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tebo telah merehab Rumah Dinas (Rumdis) Guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 152/VII Bukit Sari, Desa Teluk Rendah Pasar Kecamatan Tebo Ilir.

Sayangnya, dari 5 Rumdis yang direhab, hanya satu Rumdis yang dibangun WC, dan itu pun belum selesai dikerjakan.

Hendri, salah satu guru di SDN 152/VII Bukit Sari mengatakan, sebelum direhab 5 Rumdis tersebut memiliki WC, "Pas direhab, hanya satu Rumdis yang WCnya diperbaiki, 4 lagi malah ditutup, "ujarnya.

Atas kondisi ini, Hendri mengaku jika guru yang tinggal di Rumdis tersebut kebingungan. "Kami binggung mau mandi, mencuci dan BAB kemana. Soalnya ndak ada WC, "kata dia lagi.

"Kok rehab Rumdis tapi WCnya tidak. Ada satu WC yang direhab, tapi dak selesai dan ndak bisa dipakai,"ketusnya.

Tidak hanya WC saja, Hendri juga menduga jika atap Rumdis yang baru direhab tersebut terlalu rendah, "Ndak tau seperti apa perencanaannya rehab Rumdis ini, kok WC ndak ada, atapnya juga terlalu rendah, ketusnya lagi.

Untuk itu, Hendri minta kepada pihak yang terkait dalam hal ini Disdikbud Tebo, agar segera crosscek hasil pekerjaan rehab Rumdis di SDN 152/VII Bukit Sari,"Kita tidak tahu apakah ini ulah rekanan atau memang perencanaanya memang seperti itu. WCnya cuma 1 dan atapnya rendah, "pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, rehab Rumdis Guru SDN 152/VII Bukit Sari, Desa Teluk Rendah Pasar Kecamatan Tebo Ilir, di duga asal jadi.

Pasalnya, banyak pekerjaan yang dianggap tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. Akibatnya, hasil rehap Rumdis tersebut menuai sorotan dari sejumlah guru di SDN tersebut.

Hendri, salah satu guru saat dikonfirmasi Senin (16/10/2017) mengatakan jika dirinya bersama guru yang lain tidak tahu bahwa ada pekerjaan Rehab Rumah Dinas Guru tersebut.

"Setau saya tidak ada laporan dari kontraktor maupun pekerja untuk rehab Rumdis yang kami tempati ini," katanya.

Selain itu, Hendri juga mengatakan, dalam pelaksaan pekerjaan rehab juga tidak ada ketransparanan. Pasalnya, pihak rekanan tidak memasang papan proyek pekerjaan disekitar lokasi.

"Kekmano kami mau tau anggarannya berapa, orang tu be datang mendadak-mendadak. Datang bahan langsung kerja, tidak ada basa-basi kepada kami, dan papan plangnya pun juga tidak dipasang," tegasnya.

Lanjutnya lagi, dalam pengerjaan rumdis guru tersebut banyak ditemui pekerjaan yang dianggap tidak sesuai spesifikasi pekerjaan, baik itu dalam pemasangan plapon, plaster dinding dan juga lantainya.

"Itu banyak yang dianggap asal jadi, dan juga setahu saya kayu atasnya juga tidak diganti hanya mengganti atapnya saja," ungkapnya.

Dan parahnya lagi, ungkap Hendri, dalam rehab rumdis guru 5 pintu tersebut hanya ada satu WC atau Kamar mandinya, dan 4 nya lagi tidak mempunyai WC dan kamar madi.

"Sebelum direhab rumah ini ada WCnya, setelah direhab WCnya hilang. Dan ruang kamarpun juga terbilang kecil," pungkasnya. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement