Tuesday, 31 October 2017

author photo
Sukandar Bupati Tebo saat mendapingi Komisi V DPR RI cek jalan di Simpang Niam Kecamatan Tenggah Ilir
PORTALTEBO.com – Diusia yang ke-18, Kabupaten Tebo tengah gencar-gencarnya melaksanakan pembangunan, terutama pembangunan dibidang infrastruktur yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Meski segala upaya telah dilakukan, namun dengan keterbatasan anggaran yang ada, pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkab Tebo belum berjalan dengan maksimal.

Contohnya pada jalan jalur dua. Hingga saat ini jalan yang menjadi kebanggaan masyarakat Tebo ini belum didukung dengan drainase yang layak di kiri kanan jalan. Begitu juga dengan trotoar tempat pejalan kaki.

Tidak itu saja, Kabupaten Tebo yang dilintasi sungai Batanghari dan beberapa anak sungai membuat beberapa desa maupun kecamatan membutuhkan jembatan sebagai akses penghubung.

“Kita masih kekurangan jembatan sebagai akses antar desa maupun antar kecamatan,”ujar Sukandar Bupati Tebo kepada Komisi V DPR RI saat Kunjungan Kerjas (Kunker) ke Kabupateen Tebo, Senin (30/10/2017).

Yang menjadi persoalan lain, lanjut Sukandar, beberapa wilayah yang berada dipinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) sudah mulai tergerus atau longsor. Bahkan, kata dia, longsor ini sudah ada yang sampai ke jalan dan pemukiman warga.

“Jadi kita minta dukungan kepada Komisi V DPR RI untuk mengatasi persoalan yang ini kita dihadapi saat ini,” pinta Sukandar.

Menanggapi hal ini, Wakil Katua Komosi V DPR RI Ir, Sigit Susiantono yang juga kepala rombongan menjelaskan, Kanker ke Tebo hari ini merupakan control atau tugas dari konstitusi untuk menampung aspirasi masyarakat.

Untuk diketahui, kata dia, pada 19 Oktober 2017 kemarin, anggaran APBN sudah disetujui. Meski demikian, dia berjanji akan mengecek kembali apakah usulan dari Kabupaten Tebo sudah masuk dalam APBN atau belum, “Akan kita cek dulu apakah usulan dari Kabupaten Tebo sudah masuk dalam APBN atau belum,” kata dia.

Menurut dia, musuh utama jalan adalah air. Dalam artian, setiap jalan mesti didukung harus ada drainase. “Kalau tidak ada drainase tentu air akan menggenanggi badan jalan dan ini yangn membuat jalan cepat rusak,” kata dia lagi.

“Yang jelas kita akan cek lokasi atau lahan yang akan dibangun, baik itu drainase, jalan jembatan dan lainnya. Apakah sudah dibebaskan atau belum. Kita juga berharap adanya kerjasama dengan daerah yang sudah kita kunjungi untuk pembangunan ini,” pungkasnya. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement