Friday, 13 October 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Mahkamah Agung (MA) mengurangi hukuman Sunhot Silalahi dari 6 tahun penjara menjadi 3 tahun penjara di tingkat peninjauan kembali (PK). Mantan Kasat Narkoba Polresta Jambi itu diadili di kasus 88 butir pil ekstasi.

Kasus bermula saat Tim Paminal Divisi Propam Mabes Polri melakukan sidak mendadak ke ruang kerja Sunhut pada 26 September 2011 siang. Dari penggeledahan itu, ditemukan 88 butir pil ekstasi dan tiga paket sabut di lagi meja Sunhut.

Paket itu diakui Sunhut akan digunakan untuk operasi under cover buy (pembelian terselubung), di mana pelaku belum tertangkap. Namun, Sunhut tidak bisa menjelaskan detail kasus tersebut sehingga Sunhut diproses secara hukum.

Pada 9 Agustus 2012, PN Jambi menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara kepada Sunhut. Hukuman itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jambi.

Hukuman itu diperberat di tingkat kasasi. Pada 16 Juni 2015, MA menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara karena terbukti menyimpan dan menguasai narkoba.

Atas hal itu, Sunhut tidak terima dan mengajukan peninjauan kembali (PK). Di tingkat pamungkas, upaya hukum luar biasa itu dikabulkan MA. Hukuman Sunhut diturunkan menjadi 3 tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana selama 3 tahun dan denda Rp 100 juta subsidair 1 bulan kurungan," kata majelis PK sebagaimana dilansir website MA, Jumat (13/10/2017).

Majelis PK menyatakan Sunhut bersalah melanggar Pasal 87, 89, 91, dan 93 UU Narkotika. Sunhut dinilai salah tidak menyimpan barang bukti ke pejabat pengelola barang bukti sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2011. Majelis PK tidak meyakini Sunhut memiliki pil ekstasi itu untuk tujuan mengedarkan ke masyarakat, sebagaimana putusan kasasi.

"Barang bukti yang ditemukan mempunyai hubungan dengan tugas dan jabatan Sunhut selaku Kasat Narkoba Polresta Jambi," ujar majelis yang terdiri dari Syarifuddin, Margono dan Andi Samsan Nganro pada 10 Mei 2017. (red)

Sumber : https://m.detik.com

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement