Monday, 9 October 2017

author photo
M. Yamin Anggota DPRD Tebo bersama Oktaviandi Mukhlis dan Ahmad Firdaus pendamping SAD Tebo 
PORTALTEBO.com - Dua orang warga Suku Anak Dalam (SAD) korban pembacokan adalah dari kelompok SAD Kejasung Kabupaten Batanghari, Jambi. Hal ini dikatakan M. Yamin warga Kecamatan Tengah Ilir, Senin (9/10/2017).

Menurut anggota DPRD Tebo ini, warga SAD asli desa Muara Kilis adalah kelompok dari Temenggung Apung dan Temenggung Tupang Besak yang saat ini tinggal di Sungai Bungin Desa Muara Kilis, tepatnya diareal PT WKS.

Untuk SAD korban pembacokan yakni bernama Maraman dan Betalib, adalah kelompok SAD Kejasung dari Kabupaten Batanghari. "Sebenarnya warga sudah resah dengan tindak tanduk kelompok ini (Kejasung), terutama terkait sanksi atau denda adat yang sering dikenakan kelompok ini kepada warga, "jelas Ketua Komisi II DPRD Tebo ini.

Ditanya terkait kasus pembacokan warga SAD kemarin, Yamin mengatakan, "mungkin, selain permaslah tanah makam ada masalah lain yang membuat warga emosi hingga tidak terkontrol lagi. Dan akhirnya terjadi aksi pembacokan, "kata dia.

Pernyataan M. Yamin ini dibenarkan oleh Oktaviandi Mukhlis dan Ahmad Firdaus pendamping SAD Tebo. "Iya, mereka (Maraman dan Betalib) adalah kelompok Temenggung Lidah Pembangun atau kelompok SAD Kejasung dari Kabupaten Batanghari, "ungkap Andi diiyakan Firdaus.

Awalnya, jelas Andi, Kelompok Kejasung ini (Temenggung Lidah Pembangun) minta izin sama Temenggung Apung untuk tinggal disekitar hutan desa Muara Kilis.

Namun, kian lama kelompok ini mulai melangun (berpindah-pidah) mengitari kawasan kaki Taman Nasional Bukit 30 (TNBT). "Sudah banyak informasi yang saya dapat kalau warga desa sudah resah dengan ulah kelompok ini(Kejasung), "kata Andi lagi.

"Bisa saja pembacokan kemarin puncak dari kekesalan warga, "tutup dia. (p01) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement