Sunday, 1 October 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Sekitar 1800 orang warga, Sabtu malam (30/9/2017) sekitar pukul 20.00 Wib, memadati lapangan bola di Simpang Logpon desa Teluk Kuali Kecamatan Tebo Ulu, Tebo.

Ribuan warga ini ingin menyaksikan pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI yang digelar oleh Kodim 0416/Bute melalui Koramil 416-04 Pulau Temiang.

Antusias warga ingin menyaksikan pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI ini sudah terlihat sejak usai sholat Magrib.

Tampak warga berbondong-bondong berdatangan memadati lapangan Simpang Logpon. Warga yang tiba langsung berbaur dengan warga yang lain.


Ribuan warga ini langsung mengitari layar putih yang ditempatkan di tengah lapangan sambil menunggu pemutaran film yang mengisahkan sisi kelam Bangsa Indonesia pada tahun 1965 atas Pengkhianatan/Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G-30 S/PKI).

Film ini rupanya masih menarik perhatian masyarakat. Baik kalangan anak-anak, remaja (dewasa) hingga orangtua.

Zulefni Kepada Desa Teluk Kuali dalam sambutannya mengatakan, pemutaran film pengkhianatan G30S/PKI ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat dan generasi muda tentang sejarah yang pernah terjadi di Indonesia.

"Dengan menyaksikan film ini, mudah-mudahan masyarakat dan generasi muda paham akan bahaya laten yang ditimbulkan oleh komunis, "kata Kades.

"Film ini merupakan wahana edukasi yang menggambarkan kejadian pada tahun 1965. Ini pembelajaran agar semua paham sejarah. Sejarah itu harapannya tidak terulang," kata Kades lagi.


Usai pemutaran film, Kpt Inf Zulkarnaini dikonfirmasi PORTALTEBO.com mengatakan, sebelumnya dia telah menggelar kegiatan yang sama di beberapa titik di wilayah Koramil 416-04 Pulau Temiang.

Tujuan pemutaran film ini, kata dia, selain menjalani perintah panglima, juga untuk memberikan pengetahuan dan pembelajaran kepada masyarakat serta generasi muda tentang bahayanya pergerakan komunis.

"Ini untuk mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia terutama generasi penerus khususnya bagi adik adik, tentang peristiwa yang terjadi pada 30 September 1965 silam agar tidak terulang lagi di masa sekarang,"ucapnya.

“Dan bukan bertujuan untuk mendeskreditkan atau menyalahkan salah satu pihak, tetapi untuk memberikan gambaran tentang peristiwa kelam yang pernah terjadi di masa lalu,” pungkasnya. (p01) 


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement