Thursday, 19 October 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Pekerjaan proyek rehab rumah dinas (Rumdis) SDN 152/VII Bukit Sari, Desa Teluk Rendah Pasar Kecamatan Tebo Ilir, ternyata juga disorot oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo.

Melalui Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan Pembangunan dan Daerah (TP4D), Kejari Tebo akan memantau pekerjaan Rehab Rumdis guru tersebut hingga selesai.

"Akan kita pantau. Jangan sampai ada indikasi yang nantinya bisa tersangkut hukum, "kata Rosandi yang juga Ketua TP4D, Kamis (19/10/2017).

Dikatakannya, tidak hanya proyek rehab Rumdis guru SDN 152 Bukit Sari saja, pihaknya juga akan memantau seluruh proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Tebo dan proyek lainnya di setiap OPD.

Rosandi menjelaskan, tugas dan fungsi TP4D adalah mengawal, mengamankan dan mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya pencegahan/preventif dan persuasif di wilayah hukum Kejari Tebo.

Selain itu, dapat memberikan pendampingan hukum dalam setiap tahapan program pembangunan dari awal sampai akhir, melakukan koordinasi dengan aparat pengawasan intern pemerintah untuk mencegah terjadinya penyimpangan yang berpotensi menghambat, menggagalkan dan menimbulkan kerugian bagi keuangan negara.

Selanjutnya, TP4D bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan dan program pembangunan, melaksanakan penegakan hukum refresif ketika ditemukan bukti permulaan yang cukup setelah dilakukan koordinasi dengan aparat pengawasan intern pemerintah tentang telah terjadinya perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan wewenang dan atau perbuatan lainnya yang berakibat menimbulkan kerugian bagi keuangan negara.

"Jadi sudah menjadi tugas dan wewenang kita untuk memantau kegiatan atau proyek yang ada diwilayah hukum Kabupaten Tebo, "pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, rehab Rumdis Guru SDN 152/VII Bukit Sari, Desa Teluk Rendah Pasar Kecamatan Tebo Ilir, di duga asal jadi.

Pasalnya, banyak pekerjaan yang dianggap tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan. Akibatnya, hasil rehap Rumdis tersebut menuai sorotan dari sejumlah guru di SDN tersebut.

Hendri, salah satu guru saat dikonfirmasi Senin (16/10/2017) mengatakan jika dirinya bersama guru yang lain tidak tahu bahwa ada pekerjaan Rehab Rumah Dinas Guru tersebut.

"Setau saya tidak ada laporan dari kontraktor maupun pekerja untuk rehab Rumdis yang kami tempati ini," katanya.

Selain itu, Hendri juga mengatakan, dalam pelaksaan pekerjaan rehab juga tidak ada ketransparanan. Pasalnya, pihak rekanan tidak memasang papan proyek pekerjaan disekitar lokasi.

"Kekmano kami mau tau anggarannya berapa, orang tu be datang mendadak-mendadak. Datang bahan langsung kerja, tidak ada basa-basi kepada kami, dan papan plangnya pun juga tidak dipasang," tegasnya.

Lanjutnya lagi, dalam pengerjaan rumdis guru tersebut banyak ditemui pekerjaan yang dianggap tidak sesuai spesifikasi pekerjaan, baik itu dalam pemasangan plapon, plaster dinding dan juga lantainya.

"Itu banyak yang dianggap asal jadi, dan juga setahu saya kayu atasnya juga tidak diganti hanya mengganti atapnya saja," ungkapnya.

Dan parahnya lagi, ungkap Hendri, dalam rehab rumdis guru 5 pintu tersebut hanya ada satu WC atau Kamar mandinya, dan 4 nya lagi tidak mempunyai WC dan kamar madi.

"Sebelum direhab rumah ini ada WCnya, setelah direhab WCnya hilang. Dan ruang kamarpun juga terbilang kecil," pungkasnya. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement