Saturday, 28 October 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Sejumlah siswa SMP Negeri 28  Desa Semabu, Kecamatan Tebo Tengah, Jum'at sore (27/10/2017) sekitar pukul 15:30 Wib di kabarkan diserang sekelompok warga.

Setelah dilakukan mediasi pada Jumat malam di Mako Polsek Tebo Tengah, diketahui yang terlibat keributan merupakan semua masih bersetatus pelajar.

Adapun kronologis kejadian, saat itu korban Aria Zalzabilah bersama teman-temanya sedang duduk-duduk di Jalan SMPN 28 Tebo yang berada di desa Teluk Pandak Kecamatan Tebo Tengah.

Lagi asik duduk, tiba-tiba datang Jodi dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio sambil mengegas motor yang dikendarainya.

Karena merasa terusik, Aria Zalzabilah menegur si pengendara, "Woy elok-elok bawa motor tu,"kata Aria.

"Kau budak mana, "jawab Jodi yang tidak terima ditegur dan dibalas Aria jika dia adalah anak desa Teluk Pandak.

"Bagusla kalau kau budak Teluk Pandak, masalahnya aku benci nian dengan budak Mangunjayo,"jawab Jodi lagi dan dijawab Aria "elok-elokla bawa motor tu"

Tidak terima dengan jawaban Aria, Jodi langsung turun dari sepeda motor dan terjadilah perkelahian antara Aria dengan Jodi.

Selanjutnya Jodi kabur. Namun selang beberapa menit dia datang kembali bersama beberapa warga desa Kandang.

Jodi dan kelompoknya ini datang dengan mengendarai 5 sepeda motor sambil membawa senjata tajam, dan langsung mengejar Aria.

Karena takut, Aria langsung kabur ke kebun. Sementara 4 temannya yakni Aria Anggara, Yuda Parastia, Beni Zolla dan Niko Kurniawan kabur ke desa Teluk Pandak untuk melaporkan kejadian itu.

Spontan saja warga geram dan langsung mendatangi Jodi dan kelompoknya. Warga pun langsung memukul kelompoknya Jodi yakni Apwatul dan Adi, serta mengamankan 5 sepeda motor yang dikendarai Jodi bersama kelompoknya.

"Ini kenakalan pelajar. Mereka semua sudah sepakat damai secara kekeluargaan, "kata Kapolsek Tebo Tengah Iptu Gazali.

Adapun hasil kesepakatannya adalah kedua belah pihak (Desa Teluk Pandak dan Desa Kandang) permasalahan sepakat diselesaikan secara damai atau kekeluargaan.

Biaya perobatan dan perbaikan sepeda motor di kembalikan ke desa yg bertikai. Kedua belah pihak saling memaafkan dan tidak mengulangi lagi perbuatanya

Kedua belah pihak tidak akan saling dendam dikemudian hari dan, "Sepakat damai secara kekeluargaan. Kedua belah pihak membuat surat pernyataan perdamaian secara tertulis yang di tanda tangani langsung oleh kades dan perangkat desa,"kata Kapolsek Tebo Tengah Iptu Gazali.

"Pada kesepakatan itu disaksikan langsung oleh Babinsa Teluk Pandak, Kades Teluk Pandak, Kades Kandang, Tokoh Masyarakat Desa Teluk Pandak dan Desa Kandang, Tokoh Pemuda Desa Teluk Pandak dan Desa Kandang, serta pihak yang terlibat perkelahian.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah siswa SMP Negeri 28  Desa Semabu, Kecamatan Tebo Tengah, Jum'at (27/10/2017) sekitar pukul 15:30 Wib di kabarkan diserang sekelompok warga. (p01) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement