Thursday, 5 October 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Dalam rangka memperingati HUT TNI yang ke-72, Kamis (5/10/2017), Kodim 0416 Bungo Tebo gelar berbagai kegiatan, diantaranya pertunjukan drama kolosal di lapangan upacara Kodim 0416/Bute.

Drama kolosal dengan judul perjuangan pahlawan Aceh "Cut Nyak Dhien" ini dimainkan oleh 55 siswa dan siswi SMAN 1 Tebo.

"Pertunjukan drama ini diperagakan sebelum upacara bendera peringatan HUT TNI di lapangan upacara Kodim 0416/Bute, "kata Letkol Inf Edi Budiman SIP.

Dijelaskannya, drama kolosal ini dibawah binaan Kpt Inf Zulkarnaini Danramil 416-04 Pulau Temiang.

Bilang Dandim, drama ini adalah untuk mengenang kembali semangat perjuangan pahlawan nasional dalam merebut kemerdekaan.

"Drama ini untuk mengingakan kita kembali akan perjuangan pahlawan terdahulu dalam menghadapi penjajah, "kata Dandim.


Dikisahkan Dandim, saat itu tentara Belanda menyerang sejumlah petani yang sedang menggarap sawah. Jerit histeris wanita yang sedang bekerja, sembari meminta tolong dan mengumandang takbir. Sedangkan tentara Belanda itu terus saja memukul dan merampas peralatan masyarakat yang sedang bekerja.

Peperangan pun terjadi, sejumlah pasukan di kedua belah pihak berguguran. Salah satunya adalah Tengku Umar, suami Cut Nyak Dhien. Sejak itulah, genderang perang Cut Nyak ditabuh menyambung perjuangan Tengku Umar yang telah gugur di medan perang.

Cut Nyak pun mengambil alih sebagai panglima perang. Cut Nyak memanggil seluruh pasukannya dan memerintahkan untuk melawan penjajah Belanda.

Perang pun dimulai. Kedua belah pihak saling serang dan satu persatu pasukan Cut Nyak berguguran. Cut Nyak pun makin hari semakin lemah dan sakit-sakitan. Dia bahkan tidak mampu lagi berjalan dan matanya tak lagi bisa melihat. Namun semangat juangnya melawan penjajah masih terus berkobar.

Akhirnya perjuangan Cut Nyak Dhien berakhir karena pengkhianatan. Beliau dijemput paksa oleh di tempat persembunyiannya dan dipisahkan dengan rakyat Aceh.

Cut Nyak Dhien dibuang Belanda dari Aceh dan dikuburkan di Sumedang, Jawa Tengah. "Mudah-mudahan dengan adanya drama kolosal perjuangan ini, bisa membangkitkan semangat juang generasi muda untuk mempertahankan keutuhan NKRI,"tutup Dandim. (p01)


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement