Tuesday, 10 October 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Dua warga suku anak dalam (SAD) korban pembacokan pada Sabtu (07/10/2017) lalu, saat ini  masih di rawat di RSUD STS Tebo.

Sayangnya, kondisi dua orang SAD ini terancam terabaikan. Pasalnya, mereka tidak memiliki biaya untuk pengobatan. Begitu juga dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Tebo, juga tidak memiliki anggaran untuk pengobatan warga SAD tersebut.

Hal ini langsung disampaikan M. Isa. MY, Kepala DSP3A Kabupaten Tebo,"Kita hanya memberi rekomendasi saja, kalau biaya pengobatan tidak ada,"kata M. Isa, saat dikonfirmasi, Selasa (10/10/2017).

Isa juga menyampaikan bahwa untuk mendata SAD ini, menurutnya sangat sulit di data, karena mereka (SAD) selalu berpindah pindah (Melangun) dari satu tempat ketempat yang lain.

"Permasalahan ini juga pernah kita bahas beberapa waktu lalu, dan kalau untuk membantunya mereka seharusnya punya data," jelasnya.

Saat ditanya apakah pihak rumah sakit sudah ada yang melapor terkait biaya pengobatan SAD, dirinya mengaku saat ini belum ada laporan, "belum ada laporan dari pihak rumah sakit baik secara lisan maupun tulisan terkait biaya pengobatan SAD," sebutnya.

Sementara itu, dr. P. Haloho, Kabid Pelayanan Medis dan Perawatan, mengatakan bahwa SAD yang masih dirawat dirumah sakit biaya pengobatannya masih di tanggulangi pihak rumah sakit. Pasalnya, pihak rumah sakit bingung mau mengklaim kerena SAD ini tidak memiliki kartu BPJS.

"Karena tidak punya BPJS, SAD ini masih kita yang menanggulanginya. Untuk kedepannya kita berharap bisa berkoordinasi dengan pihak terkait," pungkasnya. (p01) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement