Friday, 27 October 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Keributan yang terjadi terjadi di SMPN 28 Tebo yang berada di desa Semabu Kecamatan Tebo Tengah, Jumat (27/10/2017), semuanya adalah pelajar.

Keributan pelajar yang nyaris saja memicu keributan antar desa ini, berhasil direda setelah Kapolsek Tebo Tengah berhasil melakukan mediasi.

Mediasi yang dilakukan di Mako Polsek Tebo Tengah dihadiri langsung oleh Kapolsek Tebo Tengah beserta anggota, Babinsa Teluk Pandak, Kades Teluk Pandak, Kades Kandang, Tokoh Masyarakat Desa Teluk Pandak dan Desa Kandang, Tokoh Pemuda Desa Teluk Pandak dan Desa Kandang, serta pihak yg terlibat perkelahian.

Adapun hasil mediasi yaitu kedua belah pihak (Desa Teluk Pandak dan Desa Kandang) permasalahan sepakat diselesaikan secara damai atau kekeluargaan.

Biaya perobatan dan perbaikan sepeda motor di kembalikan ke desa yg bertikai. Kedua belah pihak saling memaafkan dan tidak mengulangi lagi perbuatanya

Kedua belah pihak tidak akan saling dendam dikemudian hari dan, "Sepakat damai secara kekeluargaan. Kedua belah pihak membuat surat pernyataan perdamaian secara tertulis yang di tanda tangani langsung oleh kades dan perangkat desa,"kata Kapolsek Tebo Tengah Iptu Gazali

Diberitakan sebelumnya, sejumlah siswa SMP Negeri 28  Desa Semabu, Kecamatan Tebo Tengah, Jum'at (27/10/2017) sekitar pukul 15:30 Wib di kabarkan diserang sekelompok warga.

Belum diketahui pasti apa penyebab penyerangan tersebut. Namun, informasi dilapangan menyebutkan, peristiwa penyerangan ini bermula dari sekelompok warga tersebut menyerempet anak SMP yang tengah duduk di jalan.

Salah satu warga sekitar, Mustar menduga jika sekelompok tengah mabuk berat, sehingga anak SMP yang duduk dipinggir jalan terserempet.

"Informasinya seperti itu, tapi saya juga kurang tau pasti apa penyebabnya,"ujar Mustar.

Dikatakannya juga bahwa dalam waktu beberapa jam pasca penyerempetan itu, sekelompok warga yang diperkirakan berjumlah belasan orang ini sudah dua kali melakukan penyerangan.

"Ya, sudah dua kali melakukan penyerangan, tadi kelompok warga itu ada yang membawa senjata tajam, dan informasinya sudah ada korban dua orang, namanya Zabir (14) dan Yuda (14) kedua nya masih kelas 1 SMP," jelasnya.

Sementara, pantauan media ini ada puluhan warga Desa Teluk Pandak yang tidak jauh dari TKP, ikut mengamankan situasi dan menunggu anggota keluarganya yang belum pulang karena takut anak atau anggota keluarganya ini jadi sasaran massa.

Dan terlihat juga sejumlah pihak kepolisian tengah berjaga-jaga di tempat kejadian perkara (TKP). Dikhawatirkan ada serangan susulan.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan dari pihak kepolisian, karena polisi masih mencari tau penyebab penyerangan terhadap anak SMP itu. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement