Thursday, 19 October 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Mimpi Pemerintah Provinsi Jambi untuk menjadi (embarkasi antara) perjalanan haji seolah kandas sebab peningkatan sarana dan prasarana (revitalisasi) yang di support Rp51 Miliar bersumber dari dana surat beharga syariah negara (SBSN) untuk asrama haji masih dirundung masalah, padahal pembangunan sudah perpanjangan waktu hingga 90 hari.

"Terhitung awal April 2017 kontrak pekerjaan habis artinya tidak boleh lagi ada giat dilapangan namun menurut hasil investigasi hingga Juni 2017 pembangunan belum mencapai 80 persen padahal dana sudah cair 92,99 persen. Ada apa dengan semua ini?" ujar Dasril, Dari Forum Pembangunan Infrastruktur Jambi memaparkan.

Menurut pengamatan yang dilakukannya dari nilai pencairan tersebut sebesar 2,3 persen uangnya masih ditahan untuk jaminan artinya dana yang tersisa 7,1 persen atau sekitar Rp3,5M dan dengan dana yang tersisa itu sulit untuk menyelesaikan PR yang terlanjur numpuk.

"Misalnya lift belum terpasang bagaimana orang mau naik dan turun digedung itu" ujarnya menimpali.

"Permasalahan tersebut belum termasuk dana yang diserahkan gubernur sebesar Rp6M kepada Dirjen Pelaksana Haji dan Umroh pada bulan Mei 2015 dan problem antara kontraktor dengan para subkon," terang pengurus Projo Jambi ini.

Sebab PT.GKN sendiri menurutnya sebagai pembangun seolah tidak punya kemampuan teknis dan managemen sebab bukan dilihat dari mangkraknya pembangunan disini saja namun di daerah lain perusahaan juga kerap mengalami masalah.

Media ini sudah berusaha mencari jawaban dari pihak GKN namun hingga berita ini dilayangkan belum ada pihak perusahaan yang bisa dihubungi.

Lalu bagaimana pula tanggapan dari Kemenag selaku pengguna anggaran dalam proyek ini? Simak di berita selanjutnya (p11) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement