Sunday, 1 October 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Keluhan kesehatan warga dua desa yakni, Desa Tirta Kencana dan Desa Sapta Mulia Kecamatan Rimbo Bujang akhirnya direspon oleh pihak PTPN VI Rimbo Dua (Rimdu). Hal ini terlihat, Sabtu pagi (30/9/2018), pihak PTPN VI Rimdu gelar pengecekan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga.

Dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tebo dan Puskesmas Rimbo Ilir, cek kesehatan dan pengobatan gratis ini dipusatkan dirumah Suwandi Ketua Rt. 32 Jalan Camar Desa Sapta Mulya Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo.

Armansyah SDM Umum PTPN 6 Rimdu menuturkan jika pihaknya sengaja melaksanakan kegiatan ini di pemukim warga.

"Kegiatan ini kita laksanakan sebagai bentuk jawaban atas keluhan warga terkait masalah kesehatan,"kata dia.

Sementara, Slamet Setya Budi selaku Anggota BPD Tirta Kencana notabene Pengurus PMI Kabupaten Tebo mengatakan, pengecekan kesehatan dan pengobatan gratis ini merupakan respon yang baik dari pihak PTPN 6 Rimdu terhadap keluhan warga. "Alhamdulillah, mereka dengan cepat merespon keluhan warga,"kata Slamet Setya.

Untuk diketahui, jelas Slamet, pengecekan kesehatan dan pengobatan gratis ini merupakan realisasi kesepakatan antara pihak perusahaan dengan warga.

Dibeberkannya, adapun kesepakatan itu diantara pengecekan kesehatan gratis atas warga sekitar PKS Rimdu oleh PTP Nusantara VI Rimdu, perbaikan dan perawatan jalan lingkungan pabrik yakni Jalan Randu II dan Jalan Camar, dan Pengusulan CSR 2018 diprioritaskan untuk Desa Tirta Kencana dan Desa Sapta Mulya.

Sementara itu, warga sangat antusias dengan kegiatan pengecekan kesehatan dan pengobatan gratis ini. Tercatat penerima manfaat lebih dari 89 orang warga yang berada disekitar areal PTPN 6 Rimdu dari rentan usia yang berbeda.

Sedangkan tenaga ahli terdiri dari Dokter dan Perawat Puskesmas Rimbo Ilir, serta Relawan dan Perawat dari PMI Kabupaten Tebo.

Kegiatan inipun didukung dengan obat – obatan yang disediakan oleh Puskesmas Rimbo Ilir dan alat – alat pendukung seperti Oksigen, Nebulizer, Air Purifier dll dari PMI Kabupaten Tebo.

“Keluhan masyarakat terbanyak yaitu karena terganggu bau asap yang ditimbulkan dari proses produksi kelapa sawit. Sehingga secara tidak langsung mengganggu pernafasan, ditambah lagi pasien mengalami gangguan sesak nafas sejak kabut asap tahun 2015 disamping itu ada beberapa masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma menahun” imbuh Slamet.

Dalam kegiatan ini, lanjut dia, terdapat 5 Orang yang memiliki riwayat gangguan pernafasan serta memerlukan penanganan untuk dilakukan pemasangan oksigen.

“Alhamdulilah setelah dipasang oksigen nafas saya lega, kami harap kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan, "pungkasnya. (red) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement