Wednesday, 20 September 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Bupati Tebo Sukandar mengaku belum menerima laporan terkait asap dari cerobong pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN VI Rimbo yang diduga telah mencemari lingkungan sekitar.

"Saya belum menerima laporan langsung dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait asap dari cerobong PKS tersebut, "kata Sukandar saat dikonfirmasi sejumlah wartawan. 

Namun, kata Sukandar, pihak manajemen PTPN VI Rimbo telah menyampaikan jika ada kerusakan pada mesin PKS mereka. Atas keruskan itu, bupati mengaku sudah minta kepada pihak perusahaan agar segera memperbaikinya. 

"Sudah saya panggil juga (manajemen PTPN VI Rimbo) untuk minta segera memperbaiki mesin PKSnya, mereka janji akan segera memperbaikiya, "kata Sukandar. 

Mesti demikian, Sukandar berjanji akan segera mungkin mengintruksikan DLH untuk mengecek kembali mesin PKS PTPN VI Rimbo. Apakah sudah dilakukan perbaikan atau belum. "Untuk sementara kita minta pihak perushaan berhenti beroperasi sampai ada perbaikan yang maksimal,"tegasnya. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkab Tebo mengambil tindakan terhadap keluhan masyarakat terkait aktivitas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTP Nusantara VI Unit Rimbo Kabupaten Tebo yang diduga telah mencemari lingkungan sekitar. Hal ini terlihat, Senin (18/9), pihak PTPN VI memenuhi panggilan dari Dinas LH Tebo untuk mengklarifikasi terkait keluhan warga tersebut.

Manager gudang PTPN Rimbo Aliudin Sirait dikonfirmasi harian ini mengungkapkan, sejak Agustus lalu mesin pengolah kelapa sawit miliknya sedang rusak. Akibatnya hasil pembuangan asap dari mesin pengolahan tersebut asap yang keluar melebihi ambang batas. Sementara diakuinya juga pihak manajemen kini tengah melakukan perbaikan mesin pengolahan kelapa sawit.

Diceritakan dia, jika alat pengering cangkang sawit untuk penganti bahan bakar juga mengalami kerusakan. Pasalnya jika mesin pengering tersebut berfungsi proses pengolahan sawit yang biasa beroperasi bakal meminimalisir keluarnya asap hitam.

Untuk itu pihaknya meminta waktu dalam dua minggu kedepan bakal memperbaiki mesin operasi kelapa sawit. Sementara ini aktifitas PKS dipabrikpun sedikit dikurangi, pihaknya menekan tingginya polusi asap dengan menganti bahan bakar cangkang dengan fiber.

Sementara, Sekretaris Dinas LH Tebo Eko Nuryanto menegaskan bahwa pihaknya sudah memanggil pihak PTPN untuk mengklarifikasi banyaknya laporan yang masuk dari warga terkait polusi asap dan pencemaran air limbah. Namun pihak LH sementara ini belum dapat merekomendasikan apa-apa. 


Untuk itu pihaknya tetap terus memonitoring perkembangan dari pihak PTPN. Pasalnya LH sejak minggu lalu sudah mulai turun kelapangan melakukan pengecekan sekitar pabrik. "Beberapa lokasi sekitar pabrik sudak kita cek, sample air sumur warga sudah kita bawa," pungkasnya. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement