Sunday, 17 September 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Meski pendidikan bagi anaks-anak warga Suku Anak Dalam (SAD) Sungai Bungin Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir telah dilaksanakan beberapa tahun yang lalu, namun hal itu masih dianggap belum maksimal.

Pasalny, dari puluhan anak yang yang mengikuti pendidikan disana hanya ditanggani sama 2 orang tenaga pendidik atau guru.

Temenggung Apung pimpinan SAD Sungai Bungin dihadapan Kajari Tebo Teguh Suhendro, SH, M.Hum beserta rombongan saat sosialisasi hukum di Sekolah Alam Pelita Kita, Sungai Bungin.

Menurut Temenggung Apung, dua orang guru yang ada saat ini belum menemui kebutuhan akan pendidikan bagi anak-anak mereka. Alasannya, selain harus mengajar anak-anaknya, guru tersebut juga harus mendampingi kelompok atau warganya.

Lanjut Temenggung menjelaskan, dua orang guru sekaligus pendamping warganya ini adalah Oktaviandi Mukhlis dan Ahmad Firdaus. "Saat tidak ada program atau kegiatan, mereka berdua bisa fokus mengajar anak-anak. Tetapi ketika ada yang mesti diurus, ya terpaksa anak-anak ditinggalkan dahulu, "katanya.

"Jadi kami butuh penambahan guru untuk mengajar anak-anak. Kami ingin anak-anak kami jadi pintar. Cukup lah kami sebagai orang tuanya yang tidak mengerti apa-apa, "kayanya lagi.

Sementara Oktaviandi Mukhlis mengatakan, kekurangan guru ini sudah sering disampaikannya kepada Pemkab Tebo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tebo  Sayangnya hingga saat ini belum juga ada penambahan.

"Bahkan 2 tahun yang lalu sudah kita usulkan secara tertulis. Kita usulkan sesuai jumlah kelompok SAD dan kebutuhan gurunya. Kata pak Kadisbud akan segera ditambah (guru), nyatanya samapai sekarang belum juga ada kejelasan," ujar Andi lagi.

Diakui Andi, untuk mengajar anak-anak warga SAD dibutuhkan guru yang memang benar-benar peduli, iklas dan sabar. Selain itu, kata dia, dibutuhkan trik khusus agar mereka (anak-anak) tertarik untuk belajar.

"Yang kita hadapi ini adalah anak-anak SAD yang biasa hidup dihutan. Jadi memang butuh trik khusus agar mereka mau belajar, "kata dia.

Menanggapi hal ini, Kajari Tebo Teguh Suhendro, SH, M.Hum mengatakan jika Tebo saat ini masih kekurangan guru. Hal ini diketahui saat dirinya berdialog dengan Sukandar Bupati Tebo dan Kepala Sekolah se Kabupaten Tebo.

Meski demikian, kata Kajari, penambahan guru untuk anak-anak SAD ini bisa dibebankan kepada dana CSR PT WKS. Apalagi, kata dia, pemukiman SAD berada di lokasi PT WKS.

"Ini ada didepan mata, jadi saya minta pihak PT WKS yang bisa mengalokasikan dana CSRnya untuk pendidikan SAD, "pinta Kajari. (p08) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement