Tuesday, 19 September 2017

author photo
Kajari Tebo Teguh Suhendro bersama rombongan photo bersama warga SAD Sungai Bungin desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir, Tebo 
Selain Taman Tanggo Rajo, Danau Sigombak, Air Panas di Sungai Bengkal, Makam Sultan Thaha, ternyata wilayah Kabupaten Tebo masih memiliki segudang objek wisata yang layak dikunjungi. Diantaranya, wisata Suku Anak Dalam (SAD) dan air terjun Gajah Mati yang berada tidak jauh dari kaki bukit tiga puluh Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, Jambi.

Redaksi PORTALTEBO.com

Dua minggu sudah rombongan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo, OPD Tebo berserta wartawan liputan Tebo, berencana mengunjungi pemukiman Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di Sungai Bungin Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, Jambi.

Tidak itu saja, dalam rencana yang sudah disepakati bersama ini, usai mengunjungi pemukiman SAD akan dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu objek wisata Tebo yakni air terjun Gajah Mati yang berada tidak jauh dari kaki bukit tiga puluh, masih disekitaran wilayah Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, Jambi.

Kajari Tebo beri pemahaman hukum positif kepada warga SAD 

Sesuai rencana, Sabtu (16/9/2017) sekitar pukul 07.30 Wib, Kajari Tebo Suhendro, SH, M.Hum beserta rombongan dari pegawai Kejari, Hendri Nora Kadis PUPR Tebo, Nazar Efendi Kepala BKD Tebo, Heri Suwardona Ketua TKCI Jambi serta beberapa wartawan liputan Tebo berkumpul di rumah dinas Kejari Tebo.

Dengan bekal yang telah disediakan dan mengendarai 4 unit mobil, robongan yang memang telah siap sejak beberapa hari yang lalu ini mulai bergerak. Kompoi kendaraan pun terlihat mininggalkan rumah dinas Kejari Tebo menelusuri jalan Lintas Tebo Jambi. Tidak sampai satu jam, rombongan pun sampai di Simpang Niam Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo.

Meski ada jalan alternative terdekat menuju pemukiman SAD, namun rombongan lebih memilih jalan sedikit memutar untuk menghindari kondisi jalan yang dikwatirkan akan menghambat perjalanan. Rombongan pun melanjutkan perjalanan melintasi desa Lubuk Mandarsah hingga ke Pos Kembar PT WKS.

Warga SAD mendengarkan penjelasan dari Kajari terkait hukum positif 

Setelah sampai di Pos Kembar dan pamit dengan satpam penjaga pos, rombongan pun melanjutkan perjalanan melewati jalan koridor perusahaan menuju pemukiman SAD.

Alhamdulillah, tampa rintangan rombongan tiba di pemukiman SAD sekitar pukul 09.43 Wib dan disambut langsung oleh Temenggun Apung, Temenggung Tupang Besak beserta puluhan warga SAD.

Karena kedatangan rombongan ini jauh hari juga sudah dikabarkan ke warga SAD, warga SAD pun telah mengatur pertemuan yang dipusatkan di Sekolah Alam Pelita Kita yang lokasinya masih disekitar pemukiman warga SAD.

Anak-anak warga SAD ikut mendengarkan penjelasan hukum positif yang disampaikan oleh Kajari 

Usai saling menyapa dan memperkenalkan, tanpa basa basi Kajari langsung memberikan pemahaman hukum kepada warga SAD. Dengan tujuan untuk mengantisifasi dan mencegah tindakan menyalahi aturan hal yang dilakukan oleh warga SAD.

Kegiatannya ini sengaja dikemas dengan duduk bersama, member penjelasan dan berdialog atau tanya jawab sepuratan hokum ini, berlangsug dengan santai dan penuh rasa kekeluargaan.

Dengan santainya Kajari memberikan pengertian dan pemahaman terkait hukum positif yang memang program ini merupakan kegiatan lanjutan yang telah dilaksanakan oleh pihak kejaksaan sebelumnya yaitu Ikrar Demarkasi.

Kajari Tebo ngobrol santai dengan Temenggung Apung pimpinan SAD Sungai Bungin 

Kajari juga meyakini jika pemahaman hokum yang diberikan kepada warga SAD ini tidak hanya sebatas kegiatan sermonial saja, namun dijadikan kegiatan yang berkesinambungan. Nbahkan Kajari menjelaskan jika awalnya, dia ingin melakukan camping cam (nginap) dipemukiman SAD agar apa yang disampaikan (hokum positif) memang benar-benar dipahami oleh warga.

Lebih jauh Kajari mengatakan jika selama ini kegiatan atau pemahaman hukum hanya difokuskan di sekolah-sekolah dan kantor desa. Sementara, sesuai nawa cita presiden Jokowi, apapun program yang dilakukan meski bersetuhan langsung dengan masyarakat, terutama masyarakat terasing, terpinggirkan dan terpencil.

Disepakatinya pemahaman hokum kepada warga SAD karena bukan tidak mungkin banyak masyarakat yang tidak paham akan hal itu. Dan ini akan terus berlanjut,” kata Kajari usai member pemahaman hokum kepada warga SAD.

Kajari berharap dengan dilakukannya pemahaman hukum ini, masyarakat semakin paham terhadap hukum postif dan permasalahan yang ada di lingkungannya. Sehingga kedepannya nanti masyarakat bisa menyikapinya dengan bijak dan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Intinya ketika masyarakat paham, mereka tidak mudah terprovokasi dengan hal-hal yang bertentangan dengan hukum,” ucapnya.

Kajari menyerahkan bantuan buku kepada Temenggung Apung 

Usai memberikan pemahaman terkait hokum positif kepada warga SAD, Kajari beserta rombongan menyerahkan sejumlah buku kepada pengurus Lembaga Pelita Kita (PETA). Buku yang diperuntukan untuk bahan bacaan warga SAD ini, nantinya akan ditempatkan di perpustakaan sekolah Alam Pelita Kita. Buku yang berkaitn dengan undang-undang dan peraturan tersebut langsung diserahkan oleh Kajari Tebo kepada Temenggung Apung pimpinan SAD Sungai Bungin.

Perjalanan menuju air terjun Gajah Mati 

Sekitap pukul 11.35 Wib usai berpamitan pada warga SAD, rombogan Kejari melanjutkan perjalanan menuju air terjun Gajah Mati. Meski cuaca cerah, namun pejalan menuju lokasi wisata ini sangat memacu adrenalin. Pasalnya, lintsan jalan yang berbukitan dengan kondisi jalan tanah sangat menantang untuk dilintasi. Apalagi rombongan ini baru mendapat kabar dari warga sekitar yang menyatakan bahwa ada gerombolan gajah yang baru melintasi jalan menuju air terjun yang akan dituju. Meski tampa halangan, sekitar satu jam perjalanan dari pemukiman SAD, rombongan ini pun akhirnya sampai di peristirahatan menuju air terjun.

Karena memang sudah lelah dan lapar, sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, rombongan ini pun beristiran dan makan bersama. Usai melahap habis bekal yang memang sudah disiapkan sebelumnya dan istrihat sejenak, rombongan pun melanjutkan perjalanan menuju air terjun dengan berjalan kaki.

Istirahat dan makanan bernama sebelum melanjutkan perjalanan ke air terjun Gajah Mati dengan berjalan kaki 

Dengan melewati aliran air terjun dan hutan, akhirnya rombangan samapi ketempat yang dituju yakni air tejun Gajah Mati. Rombongan pun langsung menikmati pemandangan dan beberapa dari rombongan ada yang langsung mandi. “Sanagat indah,”kata Andi Pendamping SDA danTemenggung Tupang Besak yang ikut dalam rombongan. (*)
Berjalan kaki menuju air terjun 

Gembira bersama saat sampai di air terjun 

Perjalanan pulang dari air terjun 



Photo bersama seperjalanan pulang 


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement