Tuesday, 5 September 2017

author photo
PORTALTEBO.com – Adanya pungutan terhadap pasien peserta BPJS di RSUD STS Tebo mendapat tanggapan dari Ketua Gerakan Nasional Pencegah Korupsi (GNPK) RI Provinsi Jambi, dr. Iskandar Budiman. Dia sangat mengutuk keras atas tindakan petugas yang memungut biaya tersebut.

“Pungutan itu tidak boleh dilakukan, inikan pelayanan include yang tidak dibenarkan adanya pungutan sepersen pun meskipun dokter itu menggunakan alat pribadinya," kata ketua GNPK RI Provinsi Jambi, saat dikonfirmasi harian ini, Selasa (5/9/2017).

Dokter senior ini juga mengatakan bahwa, kuat dugaan adanya pembiaran dari pihak rumah sakit maupun BPJS terkait penggunaan alat pribadi yang mengakibatkan pasien merasa dirugikan. “Seharusnya dokter itu komplain kerumah sakit kalau alatnya rusak, kalaupun mau pakai alat pribadi pasien jangan dipungut biaya,” ketusnya.

Dirinya juga minta kepada direktur rumah sakit untuk menegur sang dokter, dan memberikan sanksi kepada dokter jika melanggar aturan yang sudah dibuat.


Diketahui, keluraga pasien berinisial ZR yang dirawat di RSUD STS Tebo kesal. Pasanya, dia diminta biaya sebesar Rp70.000 untuk cek detak jantung. Padahal pasien tersebut terdaftar sebagai peserta BPJS dan saat berobat mengunakan kartu BPJS. (p01)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement