Wednesday, 13 September 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Persoalan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTP Nusantara VI Unit Rimbo Dua yang diduga telah mencemari lingkungan sekitar, sepertinya tidak menemukan solusi dari Pemkab Tebo.

Pasalnya, Eko Putra Kepada Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tebo, saat dikonfirmasi terkait aktivitas perusahaan yang telah mengancam kesehatan warga dua desa di Kecamatan Rimbo Bujang ini, memilih diam.

"Jangan tanya soal limbah PTPN VI ya, "kata Eko sambil meninggalkan wartawan PORTALTEBO.com di kantornya, Rabu (13/9/2017).

Saat wartawan PORTALTEBO.com kembali mencoba menanyakan tindakan Dinas LH terkait limbah PKS PTP Nusantara VI Unit Rimbo Dua yang telah mencemari lingkungan sekitar, Eko tetap bungkam dan terus berjalan meninggalkan wartawan PORTALTEBO.com.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga dua desa di Kecamatan Rimbo Bujang yakni desa Tirta Kencana dan desa Sapta Mulia, mengeluh atas ulah pihak manajemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTP Nusantara VI Unit Rimbo Dua.

Pasalnya, PKS selama ini terkesan membiarkan limbah air dan limbah asap PKS yang mencemari lingkungan sekitar.

Hal itu sangat dirasakan oleh warga yang tinggal disekitar PKS seperti warga jalan Randu II desa Tirta Kencana dan warga jalan Camar desa Sapta Mulia.

Dimana kedua jalan tersebut langsung berbatasan dan berdekatan dengan lokasi PKS milik BUMN tersebut.

Menurut warga setempat yang sudah bertahun menetap disana sebelum berdirinya PKS tersebut menuturkan bahwa, setiap hari PKS beroperasi dengan mengeluarkan limbah berupa air berwarna hitam pekat, dibuang ke sungai yang ada didekat PKS sehingga terkesan bahwa limbah air tersebut seperti sengaja dibuang ke sungai.

Tidak hanya itu, Sumur – sumur dan sumber air warga setempat pun tak luput dari cemaran limbah PKS. Sumber air bersih yang menjadi tumpuan untuk komsumsi air minum, menjadi tak sehat dan mengancam kesehatan warga setempat.

Lebih parahnya lagi, Pabrik Kelapa Sawit yang beroperasi dari pagi hingga sore pada setiap harinya, mengeluarkan asap hitam yang bau menyegat membumbung tinggi melewati atas rumah – rumah warga. Karena, jarak antara PKS dengan pemukiman warga dua desa hanya dibatasi dengan pagar saja. berkisar antara 100 hingga 200 meter saja.

“Yang sangat kami keluhkan, asap hitam bau nyengat yang keluar dari krobong PKS itu ngotori rumah kami, Lantai rumah jadi hitam, asapnya itu kayak debu nempel dilantai tapi hitam – hitam warnanya, jadi kami terus nyapu lantai,” ujar warga yang tak mau disebut namanya.

Mirisnya lagi lanjutnya, warga setempat ada yang sakit menahun karena sesak nafas yang diakibatkan oleh polusi udara dari PKS tersebut. Setiap kali mencium bau udara yang berasal dari asap PKS, warga tersebut sesak nafas dan batuk – batuk. Padahal, warga sekitar sudah berulang kali melaporkan keluhan tersebut. Namun, pihak PKS sendiri sampai saat ini belum ada merespon keluhan warga sekitar.

“Bantuan pengobatan gratis kepada kami belum ada sampai sekarang, padahal dulu pernah dibuat surat perjanjian antara warga dengan pihak PTPN VI Rimbo Dua. Tapi tidak dilaksanakan,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Manajemen PKS Unit Rimbo Dua hingga berita ini diturunkan, belum berhasil dikonfirmasi. (red)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement