Tuesday, 15 August 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Pelaksana Tugas (Peltu) Direktur RSUD STS Tebo, Dr Ruqoyatul Himah Sp.A mengatakan jika Novi Wahyuni (11) anak dari pasangan Heri (45) dan Roimah (40) warga desa Suo-Suo Kecamatan Sumay, mengalami gizi buruk murni. Dia (Novi) sudah 4 hari dirawat di RSUD STS Tebo.

Dijelaskannya, selain mengalami gizi buruk, ada masalah pada bagian ginjal Novi. Tidak itu saja, dia juga tengah mengalami diare. "Sekarang kondisi sedikit berubah. Kita terus pantau asupan dan perhitungan gijinya, "kata Peltu Direktur RSUD STS Tebo dikonfirmasi diruang kantornya, Selasa (15/8/2017).

Dijelaskan Dr Himah, dari keterangan orang tuanya usia Novi sudah 9 tahun dengan berat badan 11 kg. Terkait masalah biaya pengobatan, dia mengatakan, "Kalau memang orang tua Novi tidak mampu, sebaiknya dia diurus surat keterangan tidak mampu dari desa atau lurah atau dari intansi terkait,"kata dia.

"Kalo kebijakan rumah sakit, jika orang tua Novi bisa menunjukkan surat atau bukti kalau dia memang tidak mampu. Akan kita bantu dengan dana saving, "kata dia.

Diketahui, Heri (45) warga desa Suo-Suo Kecamatan Sumay, orang tua Novi Wahyuni (11) anak penderita Gizi Buruk cemaskan biaya perawatan anaknya. Novi Wahyuni sudah dirawat salama 4 hari ruang Manggis Sal Anak RSUD STS Tebo.

"Walau pun anak saya sudah dirawat dan sudah ada sedikit perubahan, tapi saya masih bingung untuk membayar biaya perobatannya," keluh Heri didampingi istrinya pada PORTALTEBO.com, Selasa (15/8/2017).

Kecemasan ini, kata Hari, akibat dirinya tak memiliki biaya sama sekali, apalagi Novi juga mengaku tidak mempunyai Jamkesmas, BPJS, KBS atau SKTM.

Heri menuturkan, dari keterangan dokter, bayinya itu menderita gizi buruk. Setelah mendapatkan perawatan, Novi sudah mulai ada perubahan pada kesehatannya. Bahkan berat tubuhnya sudah bertambah beberapa kg sejak mendapat perawatan.

"Sekarang kondisi anak saya sudah mendingan. Beratnya sudah 9 kg, tapi belum boleh dibawa pulang, "kata dia.

Awalnya, lanjut Heri, anaknya mengalami demam panas. sebelum dirawat di RSUD Tebo, anaknya dirawat selama 3 hari di Puskesmas Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir.

"Biaya saat ini belum ditotal. Jadi belum tahu berapa yang harus dibayar. Saya bingung nantinya uang dari mana untuk bayar pengobatan anak saya, "keluhnya.

Untuk itu, Heri berharap ada bantuan dari masyarakat atau pun intansi terkait untuk biaya pengobatan anaknya. "Kondisi anak saya sudah mendingan. Tapi belum boleh dibawa pulang. Kalau pun boleh dibawa pulang, jujur saya bingung biayanya, "pungkasnya. (p01) 


Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement