Nah, Puluhan Petani Datangi Kantor PN Tebo

- 17:06:00
advertise here
PORTALTEBO.com - Puluhan petani sawit mitra KUD PT Tebo Indah, Selasa pagi (22/8/2017), mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Tebo, di KM.12 Jalan Lintas Tebo Bungo atau komplek perkantoran Bupati Tebo. Kedatangan para petani sawit ini menuntut kesepakatan bagi hasil dengan pihak perusahaan.

Leo, selaku penggugat mengatakan bahwa pihak petani merasa dirugikan karena janji bagi hasil 25 persen untuk patani dan 75 persen untuk perusahaan tidak sesuai dengan yang didapat.

"Janjinya dulu 75:25, tapi kami hanya dapat 40 ribu per hektar, dan itupun kami terima 6 bulan sekali," kesal Leo saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Leo juga mengatakan bahwa bagi hasil yang tidak sesuai ini sudah dialami petani bertahun-tahun, dan pihaknya minta koperasi dibubarkan dan diganti dengan yang baru.

"Sudah 5 tahun bagi hasilnya tidak jelas, jika hasilnya seperti ini lebih naik bubarkan saja koperasi nya dan ganti dengan yang baru," pinta Leo.

Sementar, Harmalini selaku ketua KUD PT Tebo Indah, mengatakan dirinya sudah berupaya menyampaikan apa yang patani rasakan, namun belum ada titik terang dari pihak perusahaan. Dan jika patani minta koperasi dibubarkan pihaknya siap bubar.

"Apa yang dirasakan petani itu kami (KUD,red) juga merasakan nya, kami siap dibubarkan jika kami tidak bekerja. Tapi kami sudah bekerja semaksimal mungkin untuk kesejahteraan patani," tutur Harmalini.

Dikatakan Harmalini, bahwa pihak koperasi juga mempertanyakan bagi hasil 75:25 persen itu, apakah 25 persen itu bersih atau termasuk potongan hutang dan lain sebagainya.

"Kami juga tidak tau dan mempertanyakan persenan para patani,"kilahnya.

Sementara, dari informasi dilapangan bahwa petani mengganggap koperasi tidak bekerja dan seperti mati suri, karena persenan yang diterima petani bukan didapat dari koperasi tapi dari perusahaan.

Dan yang lebih parahnya lagi, apabila petani mempertanyakan bagi hasil tersebut pihak perusahaan dan koperasi selalu lempar tangan. Maka pihak petani melayangkan gugatan ini le pengadilan negeri. (red)