Wednesday, 16 August 2017

author photo
Santriwati Ponpoes Al-Azizy saat belajar mengaji
PORTALTEBO.com - Selain menjadi salah satu lembaga pencerdas bangsa, pesantren bisa dibilang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Meski demikian, banyak orang-orang yang tak tahu bagaimana sebenarnya kehidupan di dalam pondok atau pesantren itu. Bagaimana mereka tidur, belajar, beraktivitas, dan sebagainya.

Di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Azizy Desa Mangun Jayo Kecamatan Tebo Tengah, sedikitnya ada 200 santri dibawah asuhan 5 orang ustad dan 3 orang ustaza. Dari 200 santri ini, rata-rata telah Tahfiz Qur'an 10 sampai 20 jus.

Kondisi pemondokan Ponpes Al-Azizy

Banyak prestasi yang telah ditoreh oleh pesantren ini diantaranya, juara II lomba Tartil Qur'an dan Ceramah Putri diajang MTQ Pasi Tingkat Provinsi Jambi tahun 2015. Bahkan santrinya atas nama Ani Rukmana Kelas II Aliyah meraih terbaik I pada ajang lomba Da'i Tingkat Ponpes se kabupaten Tebo, tahun 2016.

Dari kualitas dan prestasi itu, ketika penulis berkunjung ke pesantren tersebut, ternyata kondianya sangat jauh dari apa yang dibayangkan. Tampak serana dan prasarana seperti aula, ruang belajar dan tempat atau ruang untuk pemondokan santri sangat tidak layak.

Kurangnya pemondokan membuat santri harus tidur berhimpitan

Gedung untuk pemondokan santri yang terbagi 3 ruang, tampak dihuni sekitar 200 santri. Tanpa dilengkapi lemari pakaian dan tempat tidur, membuat para santri terpaksa tidur berhimpitan diatas lantai dengan alas seadanya.

Begitu juga ruang untuk belajar, karena kapasitasnya tidak mampu menampung jumlah santri yang ada, pihak pesantren terpaksa menjadikan pelataran gedung sebagai tempat belajar dan mengajar.

Diketahui, pesantren ini memiliki lahan seluas 1 ha lebih. Lahan tersebut merupakan hibah dari Abdul Aziz.S.Pd.I yang juga merupakan pengasuh pesantren. Jarak pesantren dari pusat kota Tebo sekitar 1,5 Km atau sekitar 30 menit perjalanan mengunakan kendaraan bermotor.

Santri saat istirahat tidur disalah satu ruang pemondokan

Saat dijumpai sejumlah wartawan, Aziz mengatakan jika pesantren yang dia asuh saat ini sangat membutuhkan perhatian dan bantuan. "Ya, memang kondisi pesantren kita saat ini butuh perhatian dan bantuan. Sebab, sejumlah sarana atau fasilitas pendidikan sangat minim, "ungkap Aziz, Rabu (16/8/2017).

Musholah tempat para santri beribadah sekaligus dijadikan tempat belajar 

Ditengah keterbatasan sarana- prasarana tersebut, lanjut Aziz, pihaknya tetap terus berupaya memberi pelayanan yang baik terhadap anak didik (Santri).

Bahkan, lanjut dia, dengan keterbatasan sarana dan prasarana saat ini, pihaknya bertekad akan terus mempertahankan pesantren ini.  Bahkan dia memiliki target,  dalam satu tahun santrinya sudah harus hafal Al-Qur'an 10 sampai 15 Jus.

"Ada sekitar 200 orang siswa diasramakan. Mereka rutin belajar pengajian Kitab Kuning, termasuk Hafiz Qur’an, dan kegiatan agama lainnya. Harapannya, kita bisa mencetak (mengahasilkan) santri yang memiliki dasar- dasar nilai keimanan dan ketakwaan yang kuat, yang dapat berguna bagi diri sendiri, Masyarakat, dan Bangsa,” terang Aziz.
Abdul Aziz.S.Pd.I salah satu pengasuh Ponpes Al-Azizy

Saat disinggung sumber dana untuk mendirikan pesantren ini dan dari mana biaya operasional, Aziz mengatakan jika dana tersebut dari pribadi dan bantuan wali santri.

"Yang jelas dengan keterbatasan saat ini, kami akan terus bersaing dan berjuang untuk mengharumkan nama baik Tebo, "pungkasnya. (red) 




This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement