Friday, 11 August 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Tim Saber Pungli Polres Tebo, Senin (7/8/2017) amankan uang seber Rp 59 Juta dari SA salah satu oknum kepala SMK di Tebo. Oknum Kepsek SMK ini diduga telah melakukan pungli terhadap siswa PPDB. Diketahui setiap siswa PPDB dipungut antara Rp 1,8 juta hingga Rp 1,9 juta.

SA, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan membantah tegas atas tudingan jika pihaknya melakukan pungli. Ia mengatakan, pendaftaran ulang siswa yang lolos penjaringan dari PPDB tersebut, merupakan hasil musyawarah bersama di rapat komite sekolah bersama perwakilan orang tua murid yang anaknya di terima di sekolahnya itu.

“Bukan Pungli. Itu sudah di rapatkan di komite sekolah dan atas dasar rapat tersebut juga, para orang tua murid sudah sepakat melakukan sumbangan pendidikan untuk fasilitas anaknya sekolah, " kilah SA diruang kantornya, Jumat (11/8/2017)

"Perlu dikatahui bahwa sumbangan 700 ribu rupiah itu merupakan persetujan dari seluruh orang tua siswa melalui rapat komite, dan juga dikelola oleh komite" tega SA lagi.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa pengembangan sekolah memang program dari SMK yang dia pimpin dan telah disampaikam ke pihak komite sekolah,serta telah sibahas dengan seluruh orang tua siswa dan kemudian dksetujui.

"Ltu adalah program sekolah yang disampaikan ke komite kemudia dibahas dengan orang tua siswa dalam rapat pada 8 juli 2018 lalu dan telah disetujui oleh seluruh orang tua siswa tanpa ada yang komplain" ungkapnya.

"Saya curiga hal ini sengaja dikondisikan bahwa kepala sekolah menerima uang atau pungli,  padahal uang tersebut di bendahaha, sekolah tidak pernah menyentuh sedikitpun,  kepala sekolah hanya membuat program kemudian disampaikan ke komite" tambahnya.

Terkait diamakan dirinya oleh Tim Saber Pungli beberapa waktu yang lalu, SA mengatakan bahwa awalnya ada laporan dari salah satu wali murid ke kepolisian. Oleh kepolisian kemudian ditindak lanjuti dengan meminta berita acara rapat komite, natulen beserta daftar hadir.

Setelah itu, lanjut dia, pada 7 Agustus 2017 tim saber pungli yang dipimpin langsung oleh AKP Maruli langusung mengamankan uang hasil sumbangan dan dirinya juga diperintahkan Kapolres untuk pemeriksaan.

"Awalnya ada laporan dari wali murid kemudian ditindaklanjuti untuk mengumpulkan berita acara, natulen, dan daftar hadir rapat. Kemudian baru pada tanggal 7 Agustus penyidik yang dimpimpin langsung oleh Kasat memerintah saya untuk ikut ke Polres juga mengamnakan uang hasil sumbangan siswa sekitar 59 juta" terang SA.

Terkait adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak SMK yang dia pimpin tentang sumbangan siswa sebesar 700 ribu rupiah untuk pembangunan sekolah, SA menegaskan bawa setahunya bahwa hal tersebut sudah sesuai aturan dimana pihak komite sekolah memiliki wewang akan hal tersebut, terutama untuk kemajuan sekolah. Namun dirinya juga menegaskan bahwa jika hal tersebut memang melanggar aturan, pihak sekolah bersama komite akan mengembikan seluruh sumbangan siswa tersebut.

"Setahu saya itu sudah sesuai aturan, bahwa pihak komite berhak untuk meminta sumbangan dari masyarakat atau warga demi kemajuan sekolah. Tapi kalau memang melanggar, kita siap untuk memgembalikan sumbangan itu, " pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Senin (7/8/2017), Tim Saber Pungli Kabupaten Tebo telah mengamankan SA yang merupakan oknum Kepala Sekolah disalah satu SMK di Tebo. SA diduga telah melakukan pungli terhadap siswa. Diketahui setiap siswa PPDB dipungut biaya sebesar Rp 700 ribu rupiah untuk pengembangan sekolah yang seharusnya tidak dibebankan kepada siswa.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Tebo, AKP Maruli saat dikonfirmasi Rabu (9/8/2017). Penangkapan oknum Kepsek ini berawal dari informasi wali murid yang mengeluh tingginya uang pungutan siswa baru yang mencapai Rp 1,9 juta.

Dari hasil pemeriksaan, dari pungutan Rp 1,9 Juta tersebut diperuntukan untuk membeli perlengkapan siswa dari mulai baju,  asuransi hingga tabungan siswa. Namun terdapat satu item yang dianggap menyalahi aturan permendikbud yakni soal item pengembangan sekolah yang senilai Rp 700 ribu persiswa yang justru digunakan untuk pembangunan dan perlangkapan sskolah sekolah itu sendiri.

Dalam item pengembangan sekolah tersebut, pungutan Rp 700 ribu persiswa akan digunakan untuk pengadaan Kursi siswa, meja guru,  komputer,  pagar sekolah,  wc sekolah, alat merchinband sekolah, camera sekolah, CCTV Sekolah, alat musik dan termasuk juga untuk penimbunan tanah di sekolah. Hal tersebut menurut Maruli sudah menyalahi aturan.

"Sesuai Permendikbud No 75 tahun 2016 Pasal 10 dijelaskan Pengelolah dalam hal ini sekolah tidak dipeerbolehkan melakukan pungli terhadap murid. Kalaupun ada, itu sumbangan yang sifatnya tifak mengikat. Selain itu Permendikbud No 17 tahun 2017 ditegaskan juga sekolah tidak diperbolehkan melakulan pungli terhadap siswa PPDB" tegas Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Tebo, AKP Maruli.

Diketahui, siswa PPDB SMK dibebankan biaya hingga Rp 1,9 Juta rupiah.  Uang tersebut untuk pengadaan 11 item yaitu Uang komute 6 bulan sebesar Rp 390 ribu, tabungan bank mini sms Rp 50 ribu,  asuransi siswa 3 tahun Rp 40 Ribu, kartu osis dan perpustakaa Rp 16 ribu, pengembangan sekolah Rp 700 ribu,  asesoris Tp 70 ribu,  Baju olah raga Rp 85 ribu,  Baju Ciri khas sekolah Tp 195 ribu,  baju praktek 210 ribu,  baju batik 70 ribu, dan baju malayu Rp 85 ribu. (tim) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement