Tuesday, 15 August 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Sepertinya kecemasan Heri (45) warga desa Suo-Suo Kecamatan Sumay, orang tua Novi Wahyuni (11) anak penderita Gizi Buruk, terkait biaya pengobatan anaknya mendapat jalan buntu. Pasalnya, Dinas Sosial dan P2A Kabupaten Tebo tidak memiliki dana untuk membantu biaya pengobatan Novi.

"Kita tidak menyediakan anggaran untuk pengobatan warga tidak mampu. Jadi kita tidak bisa membantu biaya berobat Novi Wahyuni, "ujar Lilis Radika Sekdis Dinas Sosial dan P2A Kabupaten Tebo dikonfirmasi PORTALTEBO.com, Selasa (15/8/2017).

Dalam hal ini, lanjut Lilis, pihaknya hanya memberi rekomendasi untuk pembuatan BPJS bagi keluarga tidak mampu. Itupun kata dia, khusus warga yang tinggal dan memiliki KTP dan KK Kabupaten Tebo. "Kita sifatnya hanya mengeluarkan atau memberikan rekomendasi untuk pembuatan BPJS, atau bagi warga yang telah memiliki BPJS namun sudah mati atau tidak berlaku lagi. Cuma itu yang bisa kita bantu, itu pun sebatas rekomendasi, "jelas dia.

Meski demikian, Lilis menganjurkan kepada Heri agar berkoordinasi dengan pemerintah asalnya. "Jika asal daerahnya dari Medan, sebaiknya dia koordinasi dengan Pemerintah Medan. Mungkin ada solusinya,"kata dia.

"Kita bisa mengeluarkan rekomendasi, tapi syaratnya harus memiliki KTP dan KK Tebo. Kalau KTP dan KK nya dari Medan, sebaiknya berkoordinasi sama pemerintah Medan, "tutupnya.

Diketahui, Heri (45) warga desa Suo-Suo Kecamatan Sumay, orang tua Novi Wahyuni (11) anak penderita Gizi Buruk cemaskan biaya perawatan anaknya. Pasalnya, anaknya ini sudah dirawat salama 4 hari ruang Manggis Sal Anak RSUD STS Tebo.

"Walau pun anak saya sudah dirawat dan sudah ada sedikit perubahan, tapi saya masih bingung untuk membayar biaya perobatannya," keluh Heri didampingi istrinya pada PORTALTEBO.com, Selasa (15/8/2017).

Kecemasan ini, kata Hari, akibat dirinya tak memiliki biaya sama sekali, apalagi Novi juga mengaku tidak mempunyai Jamkesmas, BPJS, KBS atau SKTM.

Heri menuturkan, dari keterangan dokter, bayinya itu menderita gizi buruk. Setelah mendapatkan perawatan, Novi sudah mulai ada perubahan pada kesehatannya. Bahkan berat tubuhnya sudah bertambah beberapa kg sejak mendapat perawatan.

"Sekarang kondisi anak saya sudah mendingan. Beratnya sudah 9 kg, tapi belum boleh dibawa pulang, "kata dia.

Awalnya, lanjut Heri, anaknya mengalami demam panas. sebelum dirawat di RSUD Tebo, anaknya dirawat selama 3 hari di Puskesmas Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir.

"Biaya saat ini belum ditotal. Jadi belum tahu berapa yang harus dibayar. Saya bingung nantinya uang dari mana untuk bayar pengobatan anak saya, "keluhnya.

Untuk itu, Heri berharap ada bantuan dari masyarakat atau pun intansi terkait untuk biaya pengobatan anaknya. "Kondisi anak saya sudah mendingan. Tapi belum boleh dibawa pulang. Kalau pun boleh dibawa pulang, jujur saya bingung biayanya, "pungkasnya. (p01)

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement