Sunday, 9 July 2017

author photo
PORTALTEBO.com-Gubernur Jambi, Zumi Zola menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menindak tegas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkeliaran saat jam kerja. Selain itu, ASN yang bolos pada hari pertama kerja seusai hari raya Idul Fitri 1438 Hiriyah juga diberikan sanksi.

“Saya tidak ingin ada ASN di lingkungan Pemprov Jambi yang bolos seusai Lebaran maupun berkeliaran di luar kantor saat jam kerja. Saya minta Satpol PP menciduk siapa pun ASN yang berkeliaran saat jam kerja. Seluruh ASN Pemprov Jambi harus masuk kerja dan tidak ada tambahan hari libur. Setiap pimpinan harus memonitor dan menindak jika ada staf yang tidak melaksanakan tugasnya,” tegas Zumi Zola ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor Gubernur Jambi, beberapa dinas instansi dan rumah sakit umum daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi, Senin (3/7).

Menurut Zumi Zola, para ASN yang tertangkap Satpol PP berkeliaran di luar perkantoran tidak akan dilepas. Mereka akan dilepas jika dijemput kepala dinasnya ke kantor Satpol PP. Karena itu seluruh pejabat dan pimpinan dinas instansi harus betul-betul mengawasi para stafnya. Adapun ASN di lingkungan Pemprov yang bolos pada hari kerja pertama seusai Lebaran harus segera dilaporkan.

Sementara ketika melakukan sidak dan bertemu jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Zumi Zola mengatakan bahwa kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Jambi termasuk paling rendah. “Setelah kami melakukan evaluasi berbagai program pembangunan Jambi baru-baru ini, kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Jambi belum memuaskan. Padahal kemajuan pembangunan bidang pendidikan menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan,”ujarnya.

Dikatakan, hingga kini masih banyak keluhan masyarakat terhadap kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Rendahnya kinerja disebabkan minimnya sosialisasi dan koordinasi sehingga kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan tidak terakomodir. Bukti rendahnya kinerja jajaran dinas pendidikan tersebut, yaitu kisruh penerimaan siswa baru dan banyaknya guru yang belum menerima tunjangan sertifikasi.

“Saya minta jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jambi melakukan aksi jemput bola mengatasi berbagai keluhan masyarakat tentang pelayanan bidang pendidikan. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi juga saya minta berusaha mewujudkan penambahan 1.500 ruang kelas baru yang sudah diprogramkan. Hingga kini baru 40 ruang kelas baru yang ditambah. Padahal Pemprov Jambi telah membuka jalan agar dana APBN bisa dapatkan untuk membangun ribuan ruang kelas baru. Jadi, jangan duduk diam saja, komitmen dan kinerja kita sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Zumi Zola mengemukakan, dirinya sangat tidak menolelir jika ada praktik pungutan uang dalam penerimaan murid dan pemindahan guru di Jambi. Siapa pun oknum pejabat di lingkungan Pemprov Jambi yang terbukti melakukan pungutan uang akan ditindak tegas.

”Saya sangat sensitif jika ada oknum yang meminta uang kepada masyarakat untuk penerimaan siswa atau perpindahan guru. Saya tidak peduli Anda siapa.Tidak ada titipan pejabat di Pemprov Jambi ini. Kalau Bapak dan Ibu mampu bekerja akan saya pertahankan. Jika tidak bisa, apalagi melakukan transaksional, akan saya lepas. Saya harus tegas. Saya tidak mau mengorbankan nasib masyarakat Jambi kepada pejabat yang tidak mampu bekerja,” tegasnya.(Sumber : Suara Pembaruan)

Sumber : BERITASATU

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement