Terkait Molornya Proses Audit Keuangan PT.PAH, Bupati Segera Panggil Kakan Kesbangpol

- 20:14:00
advertise here
PORTALTEBO.com - H. Sukandar, Bupati Tebo akan segera memanggil Eryanto, Kakan Kesbangpol Tebo. Pemanggilan ini terkait molornya proses audit independent terhadap keuangan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT Persada Alam Hijau (PAH) yang bermitra dengan Koperasi Unit Desa Olak Gedong Melako Intan (KUD OGMI) kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir. Untuk diketahui, audit ini memakai jasa Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Basri Hardjosumarto, M.si, Ak Dan REKAN.

" Saya akan segera panggil Kakan Kesbangpol, karena apapun yang sudah menjadi keputusan bersama harus dilaksanakan tanpa terkecuali, kalau disepakati dua bulan ya dua bulan jangan sampai molor lagi," ujar Sukandar, dikonfirmasi Senin (10/7/2017).

Diakui Sukandar, sampai saat ini dirinya belum menerima laporan soal audit keuangan PT PAH tersebut. "Belum ada laporan hingga kini baik dari Sekda, Kadisbunnakkan maupun dari Kakan Kesbangpol tentang permasalahan antara PT.PAH dan KUD OGMI tersebut," ucapnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya pihak KUD OGMI kembali merasa kecewa pasalnya proses audit keuangan PT PAH yang dipercayakan kepada Kakan Kesbangpol Tebo molor menjadi 4 bulan

Padahal pada pertemuan tanggal 2 Maret 2017 diruang Sekda Tebo pihak koperasi dan pihak perusahaan yang disaksikan oleh Sekda, Disbunnakkan, Dinas PM. PTSP, Koperasi dan UKM, Kesbangpol, Polres dan Camat Tebo Ilir sudah sepakat bahwa proses audit tersebut akan dilaksanakan paling lama dua bulan selanjutnya baru bagi hasil.

Ishak, Ketua KUD OGMI mengatakan informasi terakhir dari Kakan Kesbangpol Tebo bahwa hasil audit tersebut dapat diketahui pihak koperasi pada akhir bulan ini.

"Harusnya paling lambat bulan Mei kemarin kita sudah tahu hasil audit keuangan PT PAH tersebut, tapi nyatanya malah diundur sampai akhir bulan juli (Bulan ini, red) artinya molor menjadi 4 bulan dari perjanjian yang sudah disepakati bersama ketika rapat diruang Sekda pada awal bulan maret lalu," ujarnya.

Lanjutnya, terus terang  kami merasa sangat kecewa dengan keadaan ini karena ini bukan kali pertama kami dibohongi.

"Dengan ditundanya proses audit ini otomatis bagi hasil yang disepakati akan dilaksanakan setelah audit juga ikutan tertunda, padahal hampir seribu orang petani sangat berharap akan menerima hasil dari kebun yang mereka mitrakan, apalagi jadwal pembagian hasil ini juga sudah molor selama kurang lebih 4 tahun sebagaimana perjanjian awal yang sudah disepakati," bebernya.

Katanya lagi, kalau tahu kerja auditnya lamban seperti ini mendingan kita terima penawaran jasa dari auditor lain, karena selain proses auditnya singkat, biayanya juga tidak sampai separuh dari biaya yang dikeluarkan kepada Kantor Akuntan Publik (KAP) sekarang. (p011)