Tuesday, 18 July 2017

author photo
PORTALTEBO.com-Meledaknya jumlah tenaga kontrak pada tahun lalu menyebabkan Pemerintah Kabupaten Tebo harus mengambil kebijakan untuk mengatasinya. Adapun kebijakan yang diambil haruslah berupa penyesuaian kebutuhan dengan kelayakan pengeluaran.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tebo Nazar Effendi kepada sejumlah awak media kemarin menegaskan bahwa kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tebo berupa rasionalisasi tersebut telah sesuai dan berdasarkan kebutuhan OPD, sehingga perlu dilakukan pemangkasan jumlah tenaga kontrak untuk mengurangi beban APBD.

“Pada data Tahun 2016 kita menyiapkan Rp 21 Milyar untuk gaji tenaga kontrak. Kalau terjadi pengurangan beban APBD kita akan berkurang hingga Rp 4 M. namun kita belum menerima laporan resmi jumlah pengurangan tersebut. Dan yang kita ketahui bahwa evaluasi dan penataan ini dilakukan juga guna meningkatkan kualitas serta menyesuaikan dengan jumlah kebutuhan,"paparnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tebo beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa dari 31 jumlah OPD rata-rata mengajukan pengurangan tenaga kontrak hingga 20 persen.

“Melihat laporan yang kita terima dari 31 OPD rata-rata mereka mengajukan pengurangan mencapai 20 persen setiap OPD,”bilangnya.(p07)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement