Wah, TKP Pelaku PETI Yang Tewas di Lokasi PT Makin Group

- 23:42:00
advertise here
PORTALTEBO.com - Kapolsek Tebo Ilir, Iptu Isnandar mengatakan bahwa lebih dari 20 unit dompeng atau alat Peti yang beroperasi di Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir. Lokasi tersebut masuk dalam wilayah perkebunan PT Makin Group, dimana tempat Saukani tewas akibat tertimbun tanah

"Untuk TKP di dalam wilayah perkebunan PT Makin Group. Masih di Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir" ujar Kapolsek.

Ditanya mengenai sejak kapan PETI mulai beroperasi di daerah Tebo Ilir tersebut, Kapolsek mengaku tidak tahu pasti. Namun dirinya mengatakan bahwa telah pernah melakukan razia dan bahkan pembakaran tehadap PETI di lokasi tersebut, namun nampaknya beberapa waktu belakang ini kembali beroperasi.

"Kita juga tidak mengetahui sejak kapan pastinya, namun pada bulan Januari lalu bersama Pak Kapolres kita melakukan razia dan membakar semua PETI di lokasi tersebut, tapi nampaknya sekarang sudah kembali lagi aktivitasnya." ungkap Kapolsek.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Maruli Hutagalung. Dirinya mengaku sudah pernah malakukan razia PETI di daerah Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir.

"Pada bula Januari lalu sudah kita razia, Bahakan banyak yang kita bakar, mungkin sekarang kembali lagi" kata Maruli.

Kedepannya, Maruli menegaskan akan menindak pelaku PETI dan memberantas PETI di Kabupaten Tebo dengan Tegas.

"Dengan kejadian ini, ke depan tidak ada lagi toleransi untuk PETI, kita akan tindak tegas dan akan kita bernafas sampai tuntas." tegas Maruli.

Perlu diketahui juga bahwa sebelum kejadian ini, beberapa bulan yang lalu juga pernah jatuh korban sebanyak dua orang akibat PETI di wilayah Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir. Namun nampaknya aktivitas PETI masih tetap menjamur bahkan bertambah banyak.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,  Saukani (37) tewas akibat tertimbun tanah longsor saat melakukan aktivitas PETI di Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir, Senin (5/6/2017).

Informasi yang berhasil dirangkum PORTALTEBO.com, Saukani tewas tertimbun tanah galian sedalam 30 meter. Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.00 Wib, dan ditemukan meninggal di tempat pada pukul 13.00 Wib.

"Awalnya salah tembak, sehingga terjadi longsor dan langsung menimbulkan korban, "ujar Amin warga setempat. Dia juga mengatakan jika warga mengeluarkan jasad Saukani dengan cara disedot mengunakan alat sedot. (p08)