Tuesday, 6 June 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Tebo sepertinya kian menjamur. Tidak hanya di daerah aliran sungai (DAS) sepanjang sungai Batanghari saja, namun aktivitas ilegal ini juga sudah merambah ke daratan. Bahkan aktivitas yang sudah banyak memakan korban jiwa ini pun sudah merambah ke lokasi perusahaan.

Seperti yang terjadi Senin kemarin (5/6/2017), di lokasi Hak Guna Usaha (HGU) PT Makin Group yang berada di Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir. Salah satu pelaku PETI yakni Saukani (37) tewas tertimbun tanah longsor saat melakukan aktivitas PETI.

Kepala keamanan PT. Makin Group Nafiz Lasmana membenarkan ada kegiatan PETI dilahan HGU PT. Makin Group tersebut. Dia mengatakan jika aktivitas tambang ilegal tersebut sudah berlangsung sejak satu tahun yang lalu.

"Benar ada aktivitas PETI dilahan PT. Makin Group, bahkan sudah sering kita lakukan razia, tapi tidak pernah berhasil menghentikannya," jelasnya.

Ditanya adanya korban jiwa yang tewas akibat aktivitas PETI tersebut, juga dibenarkan Nafiz, "Betul ada yang meninggal ditempat satu orang. Laporan yang kita terima itu sudah A1. Lokasinya didaerah Dusun Tuo Ilir atau lebih tepatnya di Abdeling lima,"jawabnya.

Dijelaskan Nafiz, pihaknya sudah berupaya melakukan pencegahan terhadap aktivitas PETI. Diantaranya 3 kali turun melakukan mediasi dengan pelaku PETI. Bahkan pihaknya juga telah melakukan mediasi dengan pihak koperasi. Sayangnya, sampai sekarang tidak ada tanggapan.

"Bukannya berhenti, malah semakin bertambah jumlah mesin dompengnya (PETI) yang masuk, bahkan kita sampai binggung mau ambil langkah seperti apa lagi,"ungkapnya.

Bahkan tegas Nafiz, dua minggu sebelum insiden tewasnya Saukani sudah dilakukan razia. Namun tidak digubris dan pelaku PETI tetap melakukan aktivitasnya.

"Disatu titik saja kurang lebih ada 15 unit mesin PETI. Terakhir kita lihat lobangnya udh menyebar kemana-mana, udah ratusan pohon sawit yang tumbang,"tuntasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, diduga tertimbun longsoran tanah saat melakukan aktivitas PETI di Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir, Saukani (37) warga Desa Tuo Ilir yang diketahui pekerja PETI meninggal dunia, Senin (5/6/2017).

Informasi yang berhasil dirangkum PORTALTEBO.com, Saukani tewas tertimbun tanah galian sedalam 30 meter. Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.00 Wib, dan ditemukan meninggal di tempat pada pukul 13.00 Wib.

"Awalnya salah tembak, sehingga terjadi longsor dan langsung menimbulkan korban, "ujar Amin warga setempat. Dia juga mengatakan jika warga mengeluarkan jasad Saukani dengan cara disedot mengunakan alat sedot. (p08) 


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement