Lantai, Dinding dan Atap Kantor Lurah Sungai Bengkal Rusak Parah

- 19:11:00
advertise here
PORTALTEBO.com - Kantor lurah Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan sekali. Kantor yang dibangun pada tahun 1990 lalu, susah banyak yang rapuh, terutama pada bagian lantai, dinding dan atap bangunan.

Pantauan media ini, dari enam ruangan yang ada, hanya dua ruangan yang masih bisa digunakan, itupun kondisinya juga sudah tidak layak lagi.

Beberapa ruangan yang sudah tak layak pakai, karena dinding, atap dan lantainya sudah mulai retak dan rapuh akibat pergeseran tanah dan dimakan usia.


Yaihman, S.Pd, Sekretaris Lurah Sungai Bengkal dikonfirmasi, Selasa (6/6/2017) mengatakan, sejak didirikan pada tahun 1990 kantor lurah tersebut belum pernah direhab sama sekali.

"Tapi kalau untuk pemeliharaan sekedar ganti cat memang pernah beberapa kali," sebutnya.

Lanjutnya, kondisi ini juga terasa sangat mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Pasalnya, ketika musim hujan, dimana lantai dan meja basah semuanya karena atap bangunan bocor.

"Terpaksa dibeberapa bagian titik yang bocor tersebut kita kasih baskom dibawahnya agar airnya tidak terlalu melimpah," jelas Seklur.

Menurut Seklur, bukan hanya kondisi bangunan kantor lurah itu saja yang memprihatinkan, tapi juga halaman kantor lurah yang kerap terendam banjir saat musim hujan.

"Saat hujan deras, sekeliling bangunan kantor lurah ini akan terendam banjir hingga sebatas lutut orang dewasa, dan warga yang mau berurusan ketika itu harus melepas sepatu atau sandal serta menyingsingkan celananya hingga batas paha dari pada basah," tuturnya.

Dia juga mengatakan, kondisi bangunan dan seringnya terkena banjir ini sudah diajukan disetiap kali Musrenbang Kecamatan Tebo Ilir. Sayangnya, hingga saat ini belum ditanggapi.

"Kami sangat berharap kedepannya ada perhatian dari Pemkab Tebo terhadap kantor kami, agar pelayanan pemerintah terhadap masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal tidak terganggu. Lagian sebagai staf kami juga merasa tidak tenang saat bekerja karena kondisi bagian atas kantor yang rusak dan rapuh, bisa saja kayu- kayunya jatuh menimpa kepala saat kami asyik bekerja," kata Seklur.

Padahal, katanya lagi, dibandingkan desa- desa lain penduduk kelurahan Sungai Bengkal jauh lebih banyak, yaitu berkisar 7000 Jiwa sedangkan desa rata- rata pendudukmya hanya berkisar 2000 an jiwa.

"Yang punya anggaran sendiri itu ialah Desa, jadi mereka bisa bangun kantor sendiri dan lainnya sebagainya, nah kalau di kelurahan anggaran dari mana kalau tidak dari APBD Tebo," pungkasnya. (p07)