Thursday, 29 June 2017

author photo
Ilustrasi Sumber Internet
PORTALTEBO.com-Lebaran Hari Raya Idul Fitri Tahun ini terlihat sangat semarak dikampung-kampung, semua orang memanfaatkan moment ini untuk saling bersilaturrahmi dan mempererat kekeluargaan. Hanya saja ditengah keceriaan tersebut sejumlah layanan umum masih saja menjadi keluhan bagi masyarakat di Hari Kemenangan ini.

Adapun diantaranya yang menjadi keluhan banyak warga bahkan masyarakat adalah soal listrik, air PDAM, dan beberapa kebutuhan penting lainnya. Selengkapnya simak berikut ini.

1. Gas Elpiji Langka

Tabung gas elpiji di Muara Tebo selama lebaran sulit didapat. Bukan hanya langka tapi kesediaanya memang kosong dan sulit didapat. Pasalnya baik agen hingga ke pengecer tabung melon 3 kg sejak sepekan sudah kosong.

"Kosong nian bang, itu paling dicari. Sekalipun ado mahal dak masalah. Ini memang dak ado nianlah," kata Nur IRT warga Tebo Tengah.

Nur mengatakan kebutuhan gas elpiji memang sudah menjadi kebutuhan yang mendesak. Terlebih lagi pasca lebaran kebutuhan gas memang sangat meningkat. "Kami masak pakai kayu lah. Puas kamu keliling, tapi kosong galo," sebut Nur memelas.

Dirinya tidak tahu apa penyebab gas elpiji hingga kosong melompong baik, yang di agen maupun eceran. Untuk itu Nur berharap pemerintah lebih cepat merespon kondisi ini. "Dak biasonyo sampe kosong nian. Kalo kosong idak lamo. Besok lah ado lagi," ujarnya meyakini.

Berdasarkan data yang dirangkum dari Diperindag terdapat tiga titik agen gas elpiji. Diantaranya Rimbo Bujang, Tebo Tengah dan Tebo Ilir.

2. Usia Dibawah 17 Tahun Bebas Kuasai Jalanan

Jalan Lintas Tebo Bungo maupun Jalan Lintas Tebo Jambi sejak malam takbiran di penuh sesaki oleh para anak - anak usia dibawah sekitar 17 Tahunan, kondisi inipun menjadi banyak keluhan para pengguna kendaraan yang sedang mudik.

"Ngeri disini ya, anak anak bebas pakai motor, ini sangat mengkhawatirkan sekali, apalagi jalan sedang ramai digunakan pemudik,"ujar satu pemudik yang mengaku bernama Putra di Jalan Lintas Tebo Jambi, tepatnya di Sungai Bengkal.

Dikatakannya juga bahwa dengan kondisi demikian hendaknya pihak kepolisian tetap memberikan arahan, terutama soal kelengkapan seperti helm maupun kelayakan kendaraan yang digunakan.

"Walaupun lebaran harus di berikan pengarahan lah, kalau bisa pun jangan diperkenankan bagi anak anak menggunakan motor tanpa ada orangtuanya yang mengawasi, ini sekedar masukan saja. Soalnya kita sangat khawatir, sebab mereka kan belum terbiasa mengemudi, apalagi ini jalanan sangat ramai,"keluhnya.

3. Dokter Spesialis Jarang Di tempat Saat Malam

Layanan Umum RSUD STS Tebo juga menjadi pusat perhatian banyak pihak, dimana beberapa kekeluarga pasien juga sangat menyayangkan jarangnya para dokter spesialis stand by saat malam hari pada hari lebaran.

"Kita maklum dokter juga ingin lebaran, tapi bagaiamana ya, karena itu adalah tugas mereka, jadi kedepan diharapkan dokter spesialis harus adalah yang stand by,"ujar salah satu keluarga pasien yang enggan identitasnya dipublikasikan.

Dikatakannya juga bahwa setiap bagian dan ruangan yang terlihat hanya ada satu orang pegawai, tentunya kondisi ini sangat dikhawatirkan jika ada pasien yang perlu penanganan maksimal.

"Takutnya kalau ada pasien yang perlu penanganan maksimal bisa jadi lamban, apalagi kalau dokternya ga ada. Ya mudah mudahan kedepan bisa lebih disiplin dan benar benar pedulilah dengan pelayanan rumah sakit kita ini, supaya orang nggak milih berobat keluar daerah,"harapnya.

4. PLN Kerap Mati dan Hidup Mati

Sepertinya keluhan warga Tebo terhadap layanan listrik kini sudah tak berujung. Pasalnya sudah lebih sepekan terakhir layanan listrik terus mengalami gangguan. Akibatnya tidak sedikit warga yang tidak bisa beraktifitas baik selama ramadhan maupun lebaran.

Anto warga Tebo Tengah mengeluhkan layanan listrik oleh pihak PLN Tebo. Dia menganggap PLN seenaknya sendiri dalam memberikan layanan. "Tidak tahu wartu nian bang. Sehari bisa tiga kali mati," ucapnya kesal.

Padahal lanjut Anto tidak biasanya hal ini terjadi. Kalaupun listrik mati biasanya sebentar dan tidak berulang ulang. " mati idup be bang. Kalau nak dimatikan cukuplah sekali be," katanya meminta.

Warga lainnya Samir juga mengeluhkan layanan PLN akhir-akhir ini. Dirinya melihat PLN tidak komitmen dalam memberikan layanan ke warga. Dirinya memahami kondisi pasokan litrik di Tebo memang minim. " ya janganlah matikan listrik waktu malam hari. Apalagi waktu magrib. Kan banyak yang mau ibadah," katanya mengingatkan.

Dirinya berharap kepada PLN sebisa mungkin lebih bijak dalam mengendalikan pemadaman listrik. Kaluapun harus menekan pemakaian listrik kiranya bisa mencari waktu lain seperti siang hari pada Sabtu atau Minggu. "Sabtu minggukan warga minim aktifitas. Silahkan saja," ingatnya lagi.

5. Layanan PDAM Macet

Lagi-lagi layanan publik di kabupaten Tebo mengalami gangguan. Kali ini distribusi air minum milik pemda Tebo sudah seminggu macet. Akibatnya warga Desa Teluk Rendah Ilir Kec Tebo Ilir tidak bisa menikmati air bersih.

"Seminggu nih kami mandi samo nyuci ke sungailah bang. Air pam dak ngalir," keluh Khusnul, warga Teluk Rendah.

Sementara itu ketika ditanya apa penyebab air pam tidak mengalir Khusnul bilang, kemungkinan ada pipa atau sambungan yang rusak. Pasalnya hanya daerah Tebo Ilir saja yang distribusi air bersih mengalami gangguan. "Kalau katonyo tu ado alat yang rusak bang. Apokah sudah dicek samo petugasnyo kami dak tahu bang," sebutnya.

6. Jalan Lintas Semabu-Sungai Keruh Masih Ekstrim

Selain kondisi jalan yang penuh sesak oleh pemudik serta anak anak, kondisi jalan lintas nasional yang berada di wilayah Desa Semabu hingga Sungai Keruh juga dikeluhkan warga. Pasalnya kondisi jalan masih banyak yang berlubang dan bergelombang sehingga terkesan ekstrim bagi pengguna sepeda motor.

Dikatakan oleh Bujang, bahwa saat ini untuk di Kabupaten Tebo kondisi Jalan Lintas Nasional yang masih perlu dibenahi agar para pemudik dapat menikmati perjalanan yaitu di wilayah Desa Semabu hingga Desa Sungai Keruh.

"Ampun nian jalan kito ne bang, kalo pakek motor nak hati hati nian, masih belobang dan banyak gelombangnyo. Kalo biso tu pemerintah sebelum lebaran jalan lintas yang lah pasti rame dipakai ko dielokkanlah,"keluhnya.(p07)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement