Sunday, 7 May 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Permasalahan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Persada Harapan Kahuripan (PHK) atau Makin group desa Betung Bedarah Timur, Kecamatan Tebo Ilir, dengan tenaga kerjanya sepertinya tidak ada habis- habisnya. Kalau sebelumnya pihak perusahaan diduga melakukan intervensi kepada karyawan agar mengundurkan diri untuk menghindari pembayaran Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang sampai saat, ini belum ada kejelasan, kali ini pihak PT. PHK kembali membuat ulah dengan membayar gaji karyawan dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP).

Hal ini diungkapkan oleh Ilham, ketua Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI) PT. PHK desa Betung Bedarah Timur, Minggu (7/5/2017).

Dia mengatakan bahwa sesuai aturan, Gaji Karyawan Harian Tetap (KHT) harus sesuai UMP Jambi yakni Rp 2,063 juta per bulan. Namun kenyataannya pihak PT PHK membayar gaji karyawan dibawah UMP yang sudah ditetapkan pemerintah tersebut.

Dijelaskannya, Mereka (Perusahaan, red) membayar gaji karyawan dengan memakai sistem borongan yang nilainya sangat jauh dari UMP. Pada saat gajian kemarin rata- rata karyawan menerima upah Rp 800 ribu.

"Bahkan banyak juga karyawan yang hanya menerima Rp 600 ribu per bulan yang tentunya bukan hanya sangat bertolak belakang dengan aturan undang- undang tapi juga bertentangan dengan SK KHT yang dikeluarkan oleh perusahaan itu sendiri," tambah Ilham.

Menurut Ilham, pembayaran gaji yang tak sesuai UMP inilah yang menjadi pemicu terjadinya aksi yang berujung penyegelan kantor PT.PHK pada Sabtu (6/5/2017).

"Ratusan karyawan sudah sepakat untuk tidak membuka segel tersebut sampai tuntutannya dipenuhi. Kalau gaji karyawan tidak dibayar sesuai UMP, segel itu tidak akan dibuka," tegasnya.

Terkait hal ini, Zulkarnain, Kadis Perindustian, Perdagangan (Perindag) Dan Tenaga Kerja Kabupaten Tebo sewaktu dikonfirmasi mengaku, dia belum mengetahui terkait aksi penyegelan tersebut.

"Soal penyegelan itu saya belum dapat informasinya, namun sebelumnya memang sudah ada surat tentang adanya perselisihan antara karyawan dan PT.PHK terkait masalah upah," ujarnya.

Lanjutnya, kita juga sudah membentuk tim untuk menyelesaikannya, dan tim yang sudah terbentuk tersebut sudah turun kelapangan.

"Besok saya akan panggil tim serta kabid tenaga kerja. Akan saya pertanyakan sejauh mana realisasinya berikut apa kendalanya, supaya permasalahannya bisa segera diatasi," tuntasnya. (p08) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement