Tuesday, 30 May 2017

author photo
PORTALTEBO.com -  Kasus pembakaran rumah Riance Juscal Komisioner KPUD Tebo pada 29 Maret 2017, yang ditangani oleh Polres Tebo sepertina belum menuai hasil yang memuaskan. Hal ini pun membuahkan kekecewaan terhadap Rian sapa Riance Juscal.

Kekecewaan ini terlihat pada statement yang di posting pada akun facebook miliknya. "Alhamdulillah sudah jumpa bapak Kapolres Tebo Akbp Budi Rachmat dan bisa bertanya tentang progres kasus pembakaran rumah kami, sebagai warga negara yang baik saya tetap optimis dan yakin polres tebo bisa menangkap pelaku serta aktor intelektual pembakar rumah kami yang katanya eksekutor mendapatkan upah Rp 15 juta untuk membakar rumah kami, kalau dengarnya asli bikin hati mendidih, ini yang sedang diselidiki lebih lanjut oleh polres tebo beserta jajaran #pelakuterorharusditangkap
#sayatidaktakut
#sayamasihpercayapolisibisatangkappelakudanotaknya, "statement Rian yang di posting sekitar 5 jam yang lalu.

Kontak saja, statement ini langsung ditanggapi para pengguna Facebook lainnya. Diantaranya pemilik akun Bang Hen, "Kalau tidak juga terungkap Kasus Pembakaran Tersebut Sebaiknya Kepada Yth Bpk. Kapolda Jambi untuk Mengganti KAPOLRES Tebo... Tksh, "tulis akun Bang Hen.

"Setuju.... ada kejadian ada kurban pernah di tahan di duga pelaku yg kemudian di ta nguhkan anehnya spdp ke kejaksaan tidak ada nama tersangka !, "jawab pemilik akun Haji Hasan yang diketahui adalah aktivis Jambi.

"Mas Haji Hasan dan Saudaraku Goes Soeryo sayo ikut yo TEKEN PETISI Pengungkapan KASUS PEMBAKARAN RUMAH KOMISIONER KPU TEBO...... Kapan & Dimano biso sayo meluncur untuk Tanda Tangan..... #SaveDemokrasi, "jawab akun Bang Hen lagi.

Ada juga beberapa komentar penguna Facebook yang memberi semangat dan dukungan kepada Rian untuk terus mendorong pihak Polres Tebo agar mengusut tuntas pelaku pembakaran tersebut.

"Riyan... kami mendukungmu mencari keadilan kalau perlu kita ke kapolda,bagaimana goes soeryo,joni ismet,yulia yuardiman muhadi....., "tulis pemilik akun Haji Hasan.

"Beberkan semua info Yan.... Banyak kawan-kawan awak yang back up..., "tulis pemilik akun Eso Pamenan Piliang.

"Semoga tuntas sekalian pembelajaran arti berdemokrasi yg sesungguhnya pada bagian " menerima hasil perhitungan suara "., "tulis akun Gadies Mawati.

Tidak itu saja, bahkan pemilik akun Bang Hen langsung membuat surat terbuka untuk Brigjen Pol Priyo Widyanto, KAPOLDA JAMBI.

"Kepada Yth Bpk.
Brigjen Pol Priyo Widyanto, KAPOLDA JAMBI

Sehubungan dengan lambannya Proses pengungkapan KASUS PEMBAKARAN Rumah KOMISIONER KPU Kab. TEBO dengan ini kami berharap kepada Bapak yang baru menjabat menjadi Pimpinan POLDA JAMBI saati ini agar kiranya Mendorong Percepatan Proses Pengungkapan Kasus Pembakaran Tersebut dengan Mengungkap & Menangkap PELAKU & AKTOR INTELEKTUAL nya..... Dan juga agar Kasus tersebut bisa segera terungkap kami meminta kepada Bapak Kapolda untuk MENGEVALUASI Kinerja dari KAPOLRES Kab. Tebo.
Karena Apabila kasus ini tidak terungkap maka alangkah tercorengnya kinerja Kepolisian dan akan membuat tercorengnya juga proses Demokrasi di bumi sepucuk jambi sembilan lurah, serta ini juga akan menjadi PRESEDEN BURUK dan Bisa juga terjadi pada PILKADA SERENTAK 2018 dan PILEG serta PILPRES 2019 nanti.
Demikianlah Surat Terbuka ini kami sampaikan... Hormat Kami
.
#SaveDEMOKRASI
#SavePOLRI "tulis akun Bang Hen.

Diketahui, untuk kedua kalinya, rumah Riance Juskal, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tebo dibakar orang tak dikenal. Rumah yang berada di KM 9 Lintas Tebo-Bungo itu, dibakar sekira pukul 04.47 WIB, (29/3/2017). Beruntung, aksi ini cepat diketahui oleh Riance, sehingga api cepat dipadamkan dan hanya menghanguskan pintu dan dinding depan rumah bercat krem itu.

Atas insiden ini, Riance mengalami luka bakar pada kaki dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tebo.

Riance mengakui pembakaran pertama terjadi lebih kurang satu minggu lalu. Terjadi di jendela samping rumah dan belakang rumah.

Beruntung api tidak membesar. Kala itu Riance masih tidak mau membesar-besarkan masalah, meski tetap melapor ke Polres Tebo. Nah kali ini, peristiwa serupa terjadi lagi. Belum bisa dipastikan, apakah dua kejadian ini dilakukan oleh orang yang sama atau tidak.

Hanya saja, kali ini para pelaku terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di rumahnya. Kata Riance, di situ terlihat dua orang yang membawa dua jeriken minyak tanah, lalu menyiram bagian depan rumahnya. Setelah melakukan itu, keduanya langsung kabur melarikan diri.

Riance sendiri, baru mengetahui kejadian ini saat hendak menunaikan salat Subuh. Kata dia, begitu terbangun, dirinya langsung berwudhu. Ketika menuju ruang salat yang berada di ruang depan, dia terkejut melihat kobaran api di pintu utama rumah.

Tanpa pikir panjang, Riance mendobrak pintu itu. Naas, di depan pintu masih ada jeriken berisi minyak tanah. Jeriken itu pun terguling dan api langsung menyambar. Akibatnya kakinya pun ikut terbakar. Riance pun bergegas ke belakang rumah untuk memadamkan api di kakinya.

Setelah itu, dengan ember hitam berisi air, dia berusaha memadamkan api. Sementara, sang istri, Ramayani, yang mendengar keributan, ikut keluar membantu Riance memadamkan api. Kejadian ini pun dilaporkannya ke Polres Tebo, untuk diproses.

Dalam kejadian ini, Riance tak mau menduga-duga apa penyebab rumahnya dibakar orang. Termasuk ketika ditanya, apakah ada kaitan dengan Pilkada Tebo saat ini. Menurutnya, dia tidak memiliki musuh. Dan terkait pilkada, dia telah menjalankan amanah sesuai tupoksi kerjanya.

“Jangan kait sana-sini, kasus ini sudah ditangani pihak polres. Saya hanya berharap kasus ini terungkap dan pelaku segera ditangkap,” pungkasnya. Dia juga enggan membeberkan mengenai isi rekaman CCTV tersebut. Menurut dia, semua sudah diserahkannya ke penyidik.

Sementara itu, anggota Polres Tebo yang menerima laporan, langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sekira pukul 08.00 WIB. Kapolres Tebo AKBP Budi Rachmat pun ikut turun ke TKP dan melihat langsung kondisi lapangan termasuk korban yang mengalami luka bakar di kaki.

Budi, tampak sedikit bicara terkait persoalan tersebut. Dia mengatakan, pihaknya tengah melakukan proses penyelidikan dan mengumpulkan data. Meski begitu kata dia, pihaknya sudah menemukan titik terang. Dugaan sementara, ini setelah melihat hasil rekaman CCTV.

“Pelaku sudah kita identifikasi, saat ini biarlah pihak kita bekerja mengumpulkan data sebanyak-banyaknya,” katanya. Dalam kesempatan itu, Budi meminta kasus ini tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, apalagi sampai memprovokasi masyarakat.

Dengan kasus ini, kata dia, pihaknya akan memperketat pengamanan di seluruh wilayah. Dia juga berharap semua pihak, agar kasus ini cepat terungkap. (p08) 


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement