Monday, 22 May 2017

author photo
Oleh: Bahren Nurdin, MA

Tiga pasang Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahap II lalu jika tidak ada aral melintang hari ini (22 Mei 2017) akan dilantik oleh Gubernur Jambi. Sebagai masyarakat Jambi, mari sama-sama kita ucapkan selamat dan sukses kepada mereka yang telah dipilih; semoga dapat mengemban amanah rakyat dengan baik. Masyarakat Kabupaten Tebo telah menentukan H. Sukandar, S.Kom,. M.Si sebagai Bupati dan Syahlan, SH sebagai Wakil Bupati. Orang Ma. Jambi telah pula membulatkan suara untuk Hj. Masnah Busro, SE sebagai bupati dan Bambang Bayu Suseno, SP., MM sebagai wakilnya. Di Sarolangun, Drs. H. Cek Hendra dan H. Hilalatil Badri diberi amanah sebagai pemegang kekuasaan dwitunggal.

Sebagai negera yang menganut sistem demokrasi dalam menentukan pemimpin, maka pesta demokrasi telah usai di tiga kabupaten ini. Hasilnya pun sudah didapat. Pilkada hanyalah sebuah proses dan cara yang ditempuh untuk memilih salah dua dari sekian banyak orang  untuk berdiri paling depan sebagai komando. Maka, ketika pilihan sudah ditentukan, sekarang saatnya menikmati hasil pilihan tersebut.

Ketika Pilkada usai, maka satu hal yang harus dicatat tentunya adalah bahwa masyarakat kembali melebur menjadi satu. Tidak ada lagi kelompok-kelompok pendukung, tidak ada lagi tim sukses, tidak ada lagi blok-blok, dan seterusnya. Semua telah melebur kembali menjadi satu kesatuan yaitu warga negara Indonesia. Bersatu padu mendukung program-program yang ditawarkan oleh para pemimpin terpilih.

Masyarakat telah memberikan kontribusi terbesarnya dalam proses pilkada baik yang terlibat langsung sebagai penyelenggara maupun tidak. Keikutsertaan menyampaikan suara ke tempat pemungutan suara (TPS) adalah salah satu bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Segala bentuk pengorbanan masyarakat ini tentunya tidak boleh diabaikan oleh para bupati dan wakil bupati terpilih. Ada asa masyarakat yang harus ditunaikan.

Cara terbaik bagi mereka yang telah dipercaya untuk menghormati dan menghargai apa yang telah masyarakat berikan adalah dengan melaksanakan janji politik yang telah diumbar pada saat kampanye. Janji-janji politik secara politis dapat saja dihindari dan diganti alibi. Tapi sebagai makhluk Allah, yakinlah nantinya janji-janji itu akan dimintai pertanggungjawaban. Janji politik tidak bisa diabaikan begitu saja. Janji adalah hutang yang harus dilunasi. Itu artinya, hutang politik itu akan tetap ditagih baik oleh masyarakat maupun oleh Allah kelak. Pilih mana?

Perlu dicatat pula, pelunasan janji politik merupakan cara untuk menunjukkan kualitas diri seorang pemimpin. Semakin tepat janji maka semakin berkualitaslah seorang pemimpin. Dan sebaliknya, semakin tidak peduli dengan apa yang ia janjikan maka kualitasnya semakin rendah, paling tidak di hadapan rakyatnya sendiri. Seorang pemimpin, tentunya apa yang ia ucapkan akan menjadi pengharapan bagi orang banyak. Jika itu tidak dilaksanakan maka ia akan mengecewakan orang-orang yang telah memberikan amanah kepadanya. Singkatnya, pemimpin pembohong itu pemimpin tidak berkualitas dan murahan!

Peran seorang pemimpin tentunya sangat besar sebagai penentu arah pembangunan suatu organisasi atau suatu daerah. Dialah yang akan mentukan arah pembangunan yang akan dilaksankan. Itulah mengapa Jhon C. Maxwell dalam bukunya “Mengembangkan Kepemimpinan dalam Diri Anda” menegaskan bahwa “Mengubah pemimpin berarti mengubah organisasi. Menumbuhkan pemimpin, menumbuhkan organisasi”. Jika ini dipasangkan pada bupati dan wakil bupati terpilih, berarti masyarakat baru saja meletakkan harapan mereka untuk tercapainya perubahan dan pertumbuhan di kabupaten masing-masing. Seharusnyalah, pemimpin baru, semangat baru, perubahan baru, dan pertumbuhan baru.

Akhirnya, pelantikan harus dijadikan momentum untuk memulai melaksanakan apa-apa yang telah dijanjikan kepada masyarakat. Yakinlah, sumpah yang diucapkan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Kepada masyarakat  tentunya diminta kembali menyatukan diri tanpa harus berpecah belah. Beri waktu dan kesempatan kepada pemimpin yang telah dipilih untuk bekerja dan berkarya. Selamat Bertugas, Anak Bangsa! #BNODOC14122052017

*Akademisi UIN STS dan Ketua Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi [KOPIPEDE] Provinsi Jambi

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement