Thursday, 18 May 2017

author photo
Tahun 2017 hampir satu semester berjalan, sampai sekarang kasus dugaan  penyimpangan uang hasil sewa dan dana pemiliharaan alat berat (Alkal) pada Dinas Pekerjaan Umum  (PU) Kabupaten Tebo 2013 lalu, yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo belum ada kejelasan.

Padahal, beberapa pihak yang dianggap terkait dengan kasus tersebut sudah dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Tebo. Bahkan, Kejari Tebo juga telah menetapkan ES sebagai tersangka (tsk) yang diketahui waktu itu menjabat sebagai Kasi Alkal pada dinas PU.  (Sumber :Jambi Ekspres )

Sebelumnya pada tanggal 31 oktober 2013 lalu, kasus tersebut oleh pihak Kejari Tebo ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan (Dik). Dari hasil penyidikan waktu itu, negara dirugikan diperkirakan hampir 300 juta.

Penanganan kasus ini pun telah disorotan oleh beberapa pihak. Diantara PMII Tebo pada 9 Desember 2014 yang lalu melakukan aksi demo di kantor Kejari Tebo. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menanyakan sejauh mana penanganan kasus korupsi di Tebo yang dilakukan oleh pihak Kejari Tebo, diantaranya kasus Alkal 2013. (Sr28jambinews.com )

Selain PMII Tebo, Gerakan Mahasiswa Jambi Jakarta Bersatu (GMJJB) pada 9 November 2015 lalu, juga melakukan aksi demo di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Dalam aksinya ini, GMJJB menyoroti penanganan kasus korupsi yang dilakukan pihak Kejari Tebo, termasuk kasus alkal 2013. (inilahjambi.com)

Sekarang, hampir separuh tahun 2017 berjalan, dan sudah dua kali pergantian Kasi Pidsus Kejari Tebo (Benni, Restu AC, dan sekarang dijabat oleh Nyoman Sutji Agustina Aryartha). Saya hanya bisa bertanya, apa kabar kasus alkal Tebo tahun 2013?


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement