Tuesday, 16 May 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Sesuai rencana, Selasa (16/5/2017), petani Desa Tuo Sumay Kecamatan Sumay, laksanakan tanam padi perdana. Tanam padi perdana ini dilaksanakan di Dusun Ulak Bandung desa Tuo Sumay.

Puad kepala desa Tuo Sumay mengatakan, sudah 40 tahun lebih ratusan hektare sawah di desanya tidak tergarap, atau dibiarkan terlantar. Pasalnya, selama ini warga terlena dengan tanaman karet dan sawit.

Karena harga komoditi karet dan sawit selalu mengalami perubahan, kata Kades, akhirnya warga sepakat mengarap sawah yang sudah puluhan tahun terlantar.

"Kita di desa ini kan rata-rata petani. Dari dulu juga orang tua kita petani. Saya sendiri juga petani. Makanya kami sepakat untuk kembali bertani," kata Kades.

Kesepakatan warga ini, lanjut Kades, tidak hanya sebatas kesepakatan semata. Namun dibuktikan dengan secara swadaya, warga mengarap lahan sawah yang sudah lama terlantar. "Alhamdulillah, secara swadaya sudah sekitar 25 Ha sawah digarap. Target kita, tahun ini bisa mengarap sampai 50 ha, "ucapnya.

"Kita juga dibantu oleh Pemkab Tebo melalui dinas pertanian, PPL dan Babinsa. Ini juga yang membuat petani kita lebih semangat turun kesawah," kata dia lagi.

Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan (DTPH Dan KP) Kabupaten Tebo, Sarjono mengaku salut dengan warga Desa Tuo Sumay yang telah memanfaatkan kembali lahan sawah yang telah puluhan tahun terlantar.

"Kita (DTPH Dan KP Tebo) sangat senang petani (masyarakat) mau menanam lagi setelah sekitar 50 tahun ditinggalkan, walau saat ini dilaksanakan secara swadaya kita patut acungi jempol, "kata Sarjono.

Dijelaskannya, penanaman padi Dusun Olak Bandung saat ini seluas 25 ha. Selain itu masih ada lahan yang belum dibuka sekitar 100 ha, karena keterbatasan peralatan, rencananya lahan yang 100 ha tersebut akan dibuka tahun depan.

"Dinas TPHKP membantu petani karena adanya kelompol tani, tanpa kelompok tani dinas tidak bisa membantu petani secara perorangan. Maka dari itu legalitas kelompok tani dan ketransparanan kelompok merupakan kunci utama agar kelompok tersebut sukses dan bisa mendapat bantuan yang riil, "jelasnya.

Terakhir, dia mengungkapkan terima kasih kepada seluruh petani yang telah mau kembali turun ke sawah, kepada Kades yang telah menyemangati warga atau petani untuk turun ke sawah, PPL dan Babinsa yang telah susah payah mendapingi petani, serta seluruh pihak yang telah mensukseskan tanam padi ini.

"Mudah-mudahan dengan semangat dan kerja keras serta kekompakan kita semua, tanam padi ini berhasil dengan hasil yang diharapkan," pungkasnya. (p08) 



This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement