Wednesday, 10 May 2017

author photo
Oleha: Bahren Nurdin, MA

Sering kita mendengar ungkapan “Waduh, sudah tua. Sudah susah belajar sekarang!”. Ternyata ini jebakan mindset yang telah banyak ‘membunuh’ manusia di muka bumi ini. Secara akademik pernyataan ini telah dibantah dengan sangat baik oleh Dr. Taufiq Pasiak dalam bukunya “Unlimited Potency of the Brain”. Menurutnya, anggapan bahwa ‘otak tidak mampu menumbuhkan dan mengembangkan neuron baru’ adalah anggapan yang salah. Sebenarnya ‘secara kontinyu, otak mengembangkan dirinya sebagai respon terhadap pengalaman dan pembelajaran’.

Anggapan keliru lain yang paling sering ditemukan di tengah masyarakat adalah ‘otak orang dewasa tidak mampu belajar seperti otak anak-anak muda’. Faktanya, ‘sel-sel otak baru dapat dibentuk sepanjang hidup’.  Jadi, jelas sudah bahwa otak manusia ternyata tidak penah menua. Dia akan selalu mengalami perkembangan dan pertumbuhan, bahkan diperbaharui sesuai ketentuan alamiahnya.

Sebagai praktisi Mind-setting Programmer, saya sangat banyak mendapatkan keluhan-keluhan para peserta seminar menyangkut hal ini. Lebih-lebih ketika saya memberikan materi hypno-writing, hypno-teaching, atau parenting terhadap orang-orang yang secara fisik memang tidak lagi muda. Mereka benar-benar terjebak dengan pikiran mereka sendiri bahwa menjadi tua adalah kendala terbasar untuk bertumbuh dan berkembang.

Tidak hanya kaum awam, pemikiran semacam ini ternyata juga banyak menyerang kaum terdidik. Di kampus sering kita mendengar dekotomi ‘dosen tua’ dan ‘dosen muda’. Di kantor pemerintahan tidak jarang pula kita mendapat keluhan “sudahlah, kami sudah tua. Cukup yang muda-muda saja.” Di sekolah-sekolah lebih sering lagi menemukan fakta pemisahan guru ‘senior’ dan guru ‘junior’. Sekali lagi, ini benar-benar merupakan jebakan mindset yang keliru.

Coba perhatikan beberapa orang-orang hebat yang namanya dicatat oleh dunia. Di usia berapa mereka menjadi hebat? David Ray Franklin belajar membaca di usia 99 tahun. Armand Hammer secara aktif memimpin Petroleum Occidental pada usia 91 tahun. Paul Spangler menyelesaikan meraton ke 14-nya pada usia 92 tahun. Hulda Crooks mendaki gunung Whitney pada usia 91 tahun. Beberapa nama besar lainnya seperti Thomas Edison, Johann Wolfgan von Goethe, Victor Hugo, Claude Monet dan Titian juga menghasilkan karya terbaik mereka pada umur 70 dan 80an tahun (Pierce J. Howard: 2016).

Terbukti sudah bahwa menjadi tua tidak harus menyarah. Lebih-lebih, ketika mamasuki usia pensiun, sering kita mengenal istilah Post Power Syndrome (PPS). Orang kehilangan ‘kekuatan’ seketika sehingga membuatnya ‘mati’. Maka hal terpenting tentunya adalah merubah mindset yang salah ini. Mindset yang telah terlanjur tertanam selama bertahun-tahun. Bongkar!

Mindset ini harus dibongkar karena telah dengan nyata menimbulkan kerusakan terhadap kualitas hidup banyak orang. Dampak yang paling kasat mata misalnya, munculnya sikap pesimisme akut. Ketika mamasuki usia tua, banyak orang yang mensetting hidupnya dengan pesimisme, mengeluh dan menyerah. Berakhir dengan kata ‘sudahlah’.

Sementara itu, “Sifat pesimis membuat orang jadi rentan stres. Untuk meredakan stres ini terkadang mereka mengalihkannya dengan melakukan kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi makanan tidak sehat, serta tidak rajin berolah raga. Jika kebiasaan ini terus dipupuk, maka angka kolesterol dan tekanan darah jadi naik. Begitu pula dengan gula darah tubuh. Akibatnya, lambat laun kesehatan tubuh akan menurun,” terang Dr. Mikko Pankalainen, penulis utama penelitian dan seorang psikiater di Rumah Sakit Paijat-Hame Central di Lahti, Finlandia (kiosjamu.com). Agaknya, inilah pula yang menyebabkan orang tua sering sakit. Bermula dari mindset yang tidak sehat. Harusnya, makin tua makin bersemangat!

Kesimpulannya, “riset-riset membuktikan bahwa otak kita dapat berubah, berkembang dan menjadi tangguh, seberapa pun usia pakainya, sejauh kita menggunakannya seraca tepat. Jadi, tidak tepat jika ada yang mengatakan bahwa makin tua usia seseorang, makin habis ‘isi’ kepalanya.” (Dr. Taufiq: 2009). #BNODOC12810052017

*Akademisi dan Praktisi Mind-Setting Programmer Jambi

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement