Friday, 26 May 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Masyarakat adat Talang Mamak dusun Semerantihan, desa Suo-Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, menolak keberadaan PT Alam Bukit Tiga Puluh (ABT) beraktivitas diwilayah mereka. Hal ini terlihat pada surat pernyataan Lembaga Adat Suku Talang Mamak.

Dalam surat tersebut, masyarakat Adat Talang Mamak minta kepada pemerintah untuk menghentikan restorasi ekosistem PT ABT di tanah leluhur mereka. Dengan alasan kehadiran PT ABT tersebut akan merusak tata kelola satu dan merampas hak-hak mereka. Pasalnya, wilayah konsesi PT ABT berada di wilayah adat mereka. Dimana lahan yang dimaksud tersebut merupakan tempat mencari nafkah dari hasil hutan dan ladang pertanian warisan nenek moyang mereka.

Pada surat tersebut juga dijelaskan jika dilahan adat itu susah ada bangunan diantaranya, perumahan dari Kementerian Sosial yang diperuntukkan untuk masyarakat adat Talang Mamak yang dibangun pada tahun 1997. Balai pertemuan adat Talang Mamak. Bangun SD Negeri Dusun Semerantihan. Satu masjid dan makam nenek moyang dibeberapa lokasi.


Atas dasar itu, masyarakat adat Talang Mamak menyampaikan sikap tegas terhadap pihak-pihak yang berhubungan dengan PT ABT diantara, kehadiran PT ABT di tanah leluhur adat Talang Mamak akan merusak adat Talang Mamak. Jadi mereka merusak keras keberadaan PT ABT.

Kepada Rajo yaitu pemerintah agar memperhatikan hak-hak kami (masyarakat adat Talang Mamak) dalam memberikan perizinan perusahaan. Untuk itu, kami minta kepada Rajo untuk mencabut izin PT ABT yang sudah dikeluarkan.

Selanjutnya, PT ABT sudah meresahkan masyarakat. Sebab sudah mengklem tanah nenek moyang kami menjadi wilayah kekuasaan mereka. Jadi kami menolak cara-cara mereka yang tidak beradat. Kami beritahukan kepada PT ABT agar menghentikan segala aktivitas di wilayah adat kami.

Seterusnya, kehadiran PT ABT akan membuat konflik yang berkepanjangan. Sebab mereka akan merampas hak adat kami dalam mengelola hutan. Kami tidak dapat manfaat dengan hadirnya mereka, justru akan merusak tata kelola adat kami sebab PT ABT hanya bisnis semata.

Tampa PT ABT, kami sudah mengamankan hutan kami sendiri. Kami orang Talang Mamak akan berjuang sampai darah penghabisan jika PT ABT menduduki dan menguasai tanah warisan nenek moyang kami.

Pada surat tersebut tertera dibuat di dusun Semerantihan pada tanggal 28 April 2017. Surat tersebut di stempel basah dan di cap jempol oleh Lembaga Adat Suku Talang Mamak atas nama Pati Sarunai.

Dalam surat tersebut tampak akan ditembuskan ke Presiden RI Joko Widodo, Wapres Yusuf, Polri Pusat, Panglima TNI Pusat, Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Perindustrian, Menteri Kordinator Bidang Perekonomian.

Selanjutnya, surat tersebut juga diteruskan ke Menteri Hukum dan HAM, Gubernur Jambi, Bupati Tebo, DPRD Provinsi Jambi, DPRD Kabupaten Tebo, Kepala Kehutanan Provinsi Jambi, Kepala Kehutanan Kabupaten Tebo, Camat Sumay, Kepala Desa Suo-Suo, Direktur PT ABT, WALHI Jambi, WWF, FZS, Organisasi AMAN Provinsi dan Kabupaten Tebo. (red) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement