MANDI KERINGAT ATAU MANDI DARAH

- 09:05:00
advertise here
Oleh: Bahren Nurdin, MA

Salah satu alat sukses adalah pendidikan. Saya tekankan lagi, salah satu. Itu artinya masih ada ‘salah’ lainnya. Namun, harus diakui bahwa orang sukses selalu mengikuti sistem yang sudah teruji keberhasilannya dan yang sederhana. Sistem di sini berupa alat-alat yang akan membantu untuk mengikuti jejak-jejak orang sukses dan tingkat kesuksesan yang  diinginkan. Alat dapat membantu kita mempermudah mencapai kesuksesan yang diharapkan. Salah satu alat terhebat yang pernah ditemukan oleh manusia adalah pendidikan.

Jika penekanannya pada kata ‘salah satu’ maka sesungguhnya masih banyak jalan lain yang dapat ditempuh untuk mencapai kesuksesan. Bisa saja tidak perlu kuliah Ilmu Komputer untuk menjadi ahli design grafis, tidak juga harus kuliah ilmu pemerintahan untuk menjadi politisi ulung, tidak juga wajib kuliah di fakultas ekonomi untuk menjadi pebisnis tangguh, dan seterusnya. Artinya masih ada jalan lain. Silahkan saja. Tapi memang ada beberapa profesi yang wajib melalui bangku pendidikan. Anda tidak bisa jadi dokter jika tidak lulusan fakultas kedokteran. Tidak bisa jadi pengecara jika tidak pernah kuliah di fakultas hukum. Tidak bisa jadi bidan tanpa kuliah kebinan, dan lain-lain.

Apa yang ingin saya sampaikan adalah bahwa kuliah hanyalah salah satu cara untuk mencapai kesuksesan yang diinginkan. Akan tetapi, jika sudah memutuskan untuk memilih perguruan tinggi sebagai ‘jalan’ menapak menuju masa depan anda, yakini dan seriuslah.

Itu poin yang ingin saya pertegas, karena masih banyak saya menemukan mahasiswa yang telah memilih kuliah sebagai cara yang ditempuh untuk masa depannya, tapi tidak pernah serius dengan jalan yang diambil. Bimbang berkepanjangan. Lebih parah, ada yang sampai tamat pun masih berlum percaya terhadap apa yang dijalaninya. “Ah, yang penting kuliah!”, sering kita dengar kata-kata ini.

Kuliah itu hanyalah masa atau waktu yang digunakan untuk berproses menjalani kehidupan. Tempat menempa diri sebelum nantinya memasuki ‘dunia nyata’. Nah, proses inilah yang sesungguhnya sangat menentukan keberhasilanya ketika tamat. Salah seorang kawan yang betugas sebagai tentara pernah berkata kepada saya, “Bagi kami, siapa yang tidak mau bermandikan keringat saat latihan, maka ia akan mandi darah saat perang”. Dunia ‘perang’ tidak ada kompromi; membunuh atau terbunuh.

Filosofi ini sering saya pasangkan kepada dunia pendidikan di kampus. Mahasiswa-mahasiswa yang tidak menempa dirinya untuk bermandikan keringat saat kuliah, maka ketika lulus ia akan ‘terbunuh’ menghadapi realita kehidupan, salah satunya tidak siap bersaing di dunia kerja. Intinya, sakit saat kuliah, mudah cari kerja. Hura-hura saat kuliah, menangislah saat tamat. Anda boleh berkata ‘tidak semua’, tapi sebagain besar, iya.

Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat melekat erat pada seluruh civitas akademika kampus, dari dosen hingga mahasiswa. Ia juga merupakan training center perguruan tinggi. Artinya, unsur-unsur ini adalah tempat para mahasiswa membesarkan diri mereka.

Pengajaran adalah proses belajar mengajar yang  meliputi menghadiri perkuliahan di kelas, membaca, berdiskusi, dan sebagainya yang berkaitan dengan proses ‘transferring the knowledge’. Prestasi yang dicapai diurukur dengan perolehan Indeks Prestasi (IP). IP sebagai indikasi keberhasilan seorang mahasiswa di bidang ini.  Begitu juga bidang penelitian yang ditandai menimal kemampuan menulis tugas akhir (skripsi). Tidak bisa mahasiswa menyelesaikan studi tanpa melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah ini. Bidang pengabdian pada masyarakat juga tidak kalah penting berupa kuliah kerja nyata atau aktif dalam berbagai kegiatan organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Semua ini harus maksimal dilakukan. Berkeringat!

Proses ini akan menentukan hasil yang didapat nantinya. Tidak bisa hanya mengedepankan salah satu diataranya. Semua harus berimbang. Saya sering katakan, mahasiswa yang mengabaikan kuliah demi organisasi sama gagalnya dengan mahasiswa yang berburu IP tanpa mengikuti organisasi. Sama gagalnya. Paling tepat, semua harus mendapat porsi seimbang dan maksimal.

Akhirnya, jika sudah memutuskan kuliah sebagai jalan yang ditempuh untuk menggapai sukses, maka jalanilah dengan serius dan kerja keras. Berkeringatlah saat kuliah jika tidak mau berdarah saat tamat. #BNODOC12030042017

*Akademisi dan Pengamat Pendidikan Jambi