Monday, 8 May 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Sudah satu bulan lebih, jembatan yang berada di Km.15 eks HPH desa Balai Rajo Kecamatan VII Koto Ilir, yang dibangun dengan kontruksi kayu hanyut dibawa air.

Jembatan yang menjadi akses penghubung bagi warga ini sampai saat ini belum diperbaiki. Akibat, aktivitas lalu lintas warga sekitar putus total.

"Sudah sebulan lebih jembatan kami hanyut. Kami tidak bisa lewat karena itu merupakan satu-satunya akses penghubung di dusun kami," terang Triono salah satu warga dusun Sentano kepada PORTALTEBO.com, Senin (8/5/2017).

Untuk diketahui, katanya jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya penghubung desa Balai Rajo menuju dusun Sentano. Untuk dusun Sentano ada 1000 lebih KK lebih.

"Sejak hanyut (jembatan), dusun kami terisolir. Kami tidak bisa kemana-mana. Karena itu akses satu-satunya, "kata dia.

Yang lebih parah lagi, lanjut dia, akibat jembatan hanyut tersebut, ribuan ton sawit milik petani busuk karena tidak bisa dikeluarkan, "Sudah dipanen, tapi ndak bisa dikeluarkan. Jadi membusuk, "kata dia lagi.

Agar kondisi buah sawit yang sudah dipanen tidak membusuk, warga terpaksa menjual ke Provinsi Riau. Sayangnya, kata dia, dari 10 ton sawit yang jual, hanya 2 sampai 3 ton yang dibeli oleh perusahaan di Riau. "Jadi hitungannya tidak masuk,"ucap Triono.

Untuk itu, Triono berharap kepada Pemkab Tebo agar segera memperbaiki jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian warga dusun Sentano. "Sudah kita laporkan ke camat, juga sudah kita laporkan ke PT. LAJ agar segera diperbaiki. Tapi sampai sekarang tak kunjung diperbaiki. Kami terus terisolir," pungkasnya. (p08) 


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement