Sunday, 28 May 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Pada pertemuan diruang Sekda Tebo yang dihadiri oleh Sekda Tebo, Kadis PM.PTSP, Koperasi, UKM Tebo, Kakan Kesbangpol Tebo, Polres Tebo, Kabag Hukum, Camat Tebo Ilir pada tanggal 2 Maret 2017 beberapa bulan lalu, Pihak Koperasi Unit Desa Olak Gedong Melako Intan (KUD OGMI) Dan Manajemen Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT Persada Alam Hijau (PAH) kelurahan Sungai Bengkal, kecamatan Tebo Ilir sepakat untuk melakukan bagi hasil setelah keuangan PT.PAH diaudit. Untuk audit keuangan ini dilakukan  oleh auditor Independent yang dipercayakan kepada Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Tebo untuk mencarinya.

Kakan Kesbangpol Tebo, Drs. Eryanto, MM sewaktu dikonfirmasi mengatakan bahwa, hasil audit tersebut bisa diketahui oleh pihak KUD OGMI dan PT.PAH pada Minggu kedua bulan Juni 2017.

"Komunikasi terakhir saya dengan Pak Sudibyo Hartanto, selaku akuntan dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Basri Hardjosumarto, M.Si, Ak Dan REKAN bahwa hasil audit keuangan tersebut dapat diketahui pada minggu kedua bulan depan," ujarnya.

Dijelaskannya, Audit keuangan Independent ini kita percayakan kepada KAP Drs Basri Hardjosumarto yang kantor pusatnya berada di Jl. Gubeng kertajaya III F/ 10 Surabaya.

"Audit itu sendiri sudah dimulai sejak akhir bulan Maret 2017, setelah semua proses administrasinya selesai, mudah- mudahan saja tim audit ini bisa memegang amanah, terutama amanah dari ratusan petani," tambahnya.

Terpisah Wakil Ketua KUD OGMI, Sanusi, Minggu (28/5/2017), meminta kepada pihak PT PAH untuk segera merealisasikan janji yang sudah disepakati.

"Sudah disepakati bahwa bagi hasil akan dilaksanakan setelah keuangan PT PAH selesai diaudit. Disepakati juga bahwa proses audit tersebut akan  memakan waktu paling lama dua bulan sejak pertemuan diruang Sekda tertanggal 2 Maret beberapa bulan lalu," tuturnya.

Lanjutnya, jadwal pembagian hasil ini sudah molor selama 4 tahun lebih dari jadwal yang sudah disepakati bersama.

Tambahnya, Jadi hendaknya kali ini manajemen PT PAH jangan lagi ingkar janji karena petani selama ini sudah sangat dan teramat sabar menghadapi kebohongan- kebohongan yang terus saja dilakukan oleh pihak perusahaan.

"Setelah audit keuangan selesai, petani harus sudah menerima hasil dari kebun yang dimitrakannya, itu sudah jadi kesepakatan bersama tanpa terkecuali," tegasnya.

Sanusi juga mengatakan bahwa pihak PT PAH selalu saja mengemukakan alasan tertundanya pembagian hasil karena Kondisi kebun yang belum standard, pokok tanaman yang belum penuh, kebun masih semak, dan panen buah yang belum maksimal dan lain sebagainya.

Menurutnya alasan tersebut sangat tidak masuk akal karena pembangunan dan perawatan merupakan kewajiban perusahaan.

"Koperasi hanya berkewajiban menyerahkan lahan untuk dimitrakan kepada pihak perusahaan, Nah ketika anggota koperasi atau petani terlambat menerima hasil yang sudah menjadi haknya karena kebun tidak terawat dan lain sebagainya itu sudah jelas menjadi tanggung jawab perusahaan," sebutnya.

"Yang terjadi sekarang, karena kelalaian pihak perusahaan petani yang dirugikan. Harusnya  petani sudah menikmati hasil kebun yang Ia mitrakan sejak 4 tahun silam," pungkasnya. (p07) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement