Thursday, 4 May 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Kepala Desa yang tersandung kasus hukum diberhentikan sementara dari jabatannya sampai ada putusan yang inkrach (berkekuatan hukum tetap). Keputusan itu menyusul apabila yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak penyidik, baik dalam kasus pidana umum ataupun pidana khusus. Demikian dikatakan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tebo, Suyadi, SH yang dikutip dari jnn.co.id.

Menurutnya, dalam kasus yang terjadi di Desa Aburan Batang Tebo, Kecamatan Tebo Tengah, maka pihaknya dari DPMPD Kabupaten Tebo akan melakukan upaya jemput bola.

“Kalau proses hukum di Kepolisian sudah naik ke tingkat penyidikan dan SPDP-nya sudah diterima Kejaksaan, maka kita akan minta ke penyidik agar pemberitahuan status tersangka dapat diberikan kami di DPMPD. Karena hal ini berkaitan dengan unsur pemerintahan,” kata Suyadi kepada JNN.

Meskipun, sebelumnya surat dari Plt.Bupati Tebo ke DPMPD untuk meminta kita melakukan pembinaan terlebih dahulu. Tetapi persoalannya, pihakanya tidak memiliki kewenangan untuk  melakukan audit dalam kasus tersebut.

Makanya, pihaknya telah kembali menyurati Bupati Tebo dengan menyarankan, agar Tim Auditor dari Inspektorat Tebo untuk menindaklanjuti pemeriksaan terhadap kasus ini. “Kita tunggu saja Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat Tebo. Kita ingin semua laporan yang masuk cepat ditindaklanjut, agar tidak terjadi gejolak di masyarakat desa,” jelasnya.

Untuk diketahui bahwa saat ini ada dua Desa dalam Kecamatan Tebo Tengah, yang sedang dalam proses hukum di Polres Tebo. “Dua desa tersebut adalah Desa Aburan Batang Tebo untuk kasus pemalsuan dan Desa Sungai Alai untuk kasus Tanah Kas Desa,” pungkasnya. (red) 

Sumber : jnn.co.id

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement