Monday, 15 May 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Semangat warga Desa Dusun Tuo Sumay Kecamatan Sumay turun kesawah, sepertinya mendapat perhatian khusus dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan (DTPH Dan KP) Kabupaten Tebo.


Terbukti, besok pagi (Selasa (16/5/2017), DTPH Dan KP bersama Babinsa, PPL, Kades Dusun Tuo Sumay dan warga (petani), akan gelar tanam padi perdana. "Besok kita gelar tanam padi perdana sekalian doa selamat agat penanaman padi ini sukses hingga menghasilkan," ujar Puad Kades Dusun Tuo Sumay.


Sementara, Sarjono dikonfirmasi PORTALTEBO.com membenarkan bakal melaksanakan tanam padi perdana di Desa Dusun Tuo Sumay Kecamatan Sumay. Dijelaskannya, tanam padi perdana ini bersama petani dusun Ulak Bandung.

"Mereka (petani) swadaya membuka sawah yang sudah puluhan tahun tidak diolah. Besok tanam padi perdana. Acaranya sederhana saja. Intinya doa selamat agar sukses, "kata Sarjono.

Untuk mensukseskan semangat petani turun kesawah, lanjut Sarjono, pihak akan membantu benih padi serta bantuan untuk penanggulangan hama. "Kita juga bantu hand traktor mesin perontok padi, "ucapnya.

Diakui Sarjono, semangat petani untuk kembali turun ke sawah ini tidak lepas dari peran aktif Kades, PPL dan Babinsa yang terus aktif mendapingi petani. Untuk itu, di tahun 2018 nanti, pihaknya akan membantu cetak sawah baru seluas 50 ha anggaran dari pusat.

"Kalo petani semangat, kita akan lebih semangat lagi," pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,, sekitar 60 tahun lebih, ratusan hektare lahan sawah di Desa Dusun Tuo Sumay, Kecamatan Sumay, terlantar. Saat ini pun, lahan yang dibiarkan mubazir tersebut mulai digarap petani (warga). Hal ini dikatakan oleh Puad kepala desa Dusun Tuo Sumay.

"Kita ajak dan motivasi terus warga. Alhamdulillah kemarin sudah mulai digarap," ujar Puad pada PORTALTEBO.com, beberapa waktu lalu.

Ia katakan, ada faktor khusus penyebab lahan sawah itu diterlantarkan. Diantaranya, karena warga l beralih dari bersawah ke membuka kebun karet dan sawit.

"Sebenarnya dulu itu sawah produktif semua. Karena warga berkebun karet, sawah ditinggal, "kata Kades lagi.

Belakangan ini, lanjut Kades, harga dua komoditas tersebut anjlok dsn membuat warga kembali mengolah sawah. Bahkan, warga atau petani telah membentuk kelompok.

Belum lagi karena adanya sentuhan dana dari pemerintah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Tebo. "Kita dari desa juga mengalokasikan dan untuk mendukung petani. Salah satunya dengan membuka akses jalan menuju sawah warga," ucapnya.

"Alhamdulillah, warga bertekad mengarap lahan sawah yang sudah 60 tahun dibiarkan terlantar itu. Sekarang sudah sekitar 50 ha yang tergarap, "jelasnya.

Atas tekad warganya ini, Kades berharap desa Dusun Tuo Sumay menjadikan desa sentra beras. Dan kedepannya nanti, tidak ada lagi warga yang mengharapkan Raskin (beras untuk masyarakat miskin). "Tapi justru Bulog yang datang kesini (desa) beli beras," tuntas Kades. (p08)


This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement