Wednesday, 10 May 2017

author photo
PORTALTEBO.com - Sekitar 60 tahun lebih, ratusan hektare lahan sawah di Desa Dusun Tuo Sumay, Kecamatan Sumay, terlantar. Saat ini pun, lahan yang dibiarkan mubazir tersebut mulai digarap. Hal ini dikatakan oleh Puad kepala desa Dusun Tuo Sumay.

"Kita ajak dan motivasi terus warga. Alhamdulillah kemarin sudah mulai digarap," ujar Puad pada PORTALTEBO.com, Selasa (10/5/2017).

Ia katakan, ada faktor khusus penyebab lahan sawah itu diterlantarkan. Diantaranya, karena warga l beralih dari bersawah ke membuka kebun karet dan sawit.

"Sebenarnya dulu itu sawah produktif semua. Karena warga berkebun karet, sawah ditinggal, "kata Kades lagi.

Belakangan ini, lanjut Kades, harga dua komoditas tersebut anjlok dsn membuat warga kembali mengolah sawah. Bahkan, warga atau petani telah membentuk kelompok.

Belum lagi karena adanya sentuhan dana dari pemerintah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Tebo. "Kita dari desa juga mengalokasikan dan untuk mendukung petani. Salah satunya dengan membuka akses jalan menuju sawah warga," ucapnya.

"Alhamdulillah, warga bertekad mengarap lahan sawah yang sudah 60 tahun dibiarkan terlantar itu. Sekarang sudah sekitar 50 ha yang tergarap, "jelasnya.

Atas tekad warganya ini, Kades berharap desa Dusun Tuo Sumay menjadikan desa sentra beras. Dan kedepannya nanti, tidak ada lagi warga yang mengharapkan Raskin (beras untuk masyarakat miskin). "Tapi justru Bulog yang datang kesini (desa) beli beras," tuntas Kades. (p08) 

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement